Kamis, 12 Mei 2016

alat ukur : multimeter



MULTIMETER (AVOMETER)

1.        Sejarah
Sejarah 1920 Pocket MultimeterAvometer Model 8 Bergerak-pointer pertama saat-mendeteksi perangkat adalah galvanometer tahun 1820. Ini digunakan untuk mengukur resistensi dan tegangan dengan menggunakan sebuah jembatan Wheatstone, dan membandingkan kuantitas yang tidak diketahui ke tegangan referensi atau perlawanan. Sementara berguna dalam laboratorium, perangkat yang sangat lambat dan tidak praktis di lapangan. Ini galvanometers yang besar dan halus. D'Arsonval / Weston gerakan meter menggunakan semi logam halus untuk memberikan pengukuran yang proporsional, bukan hanya deteksi, dan built-in magnet permanen yang terbuat lapangan defleksi independen dari orientasi meter.
Fitur-fitur ini diaktifkan dengan jembatan Wheatstone pengeluaran, dan membuat pengukuran cepat dan mudah. Dengan menambahkan resistor seri atau shunt, lebih dari satu rentang tegangan atau arus dapat diukur dengan satu gerakan.
Multimeter diciptakan di awal 1920-an sebagai radio penerima dan perangkat tabung vakum elektronik lainnya menjadi lebih umum. Penemuan multimeter pertama dikaitkan dengan Kantor Pos insinyur Inggris, Donald Macadie, yang menjadi tidak puas dengan harus membawa instrumen yang terpisah diperlukan untuk pemeliharaan sirkuit telekomunikasi. Macadie menemukan alat yang bisa mengukur ampere (amp) , volt dan ohm, sehingga meteran multifungsi kemudian dinamai avometer. Meteran terdiri meter coil bergerak, tegangan dan resistor presisi, dan switch dan soket untuk memilih kisaran. Macadie mengambil idenya ke Coil yang Winder Otomatis dan Perusahaan Peralatan Listrik (ACWEEC, didirikan pada ~ 1923). The AVO pertama memakai dijual pada tahun 1923, dan meskipun itu awalnya DC, banyak fitur-fiturnya tetap hampir tidak berubah melalui Model terakhir 8.
Meter arloji saku gaya yang digunakan secara luas pada tahun 1920, dengan biaya yang jauh lebih rendah daripada Avometers. Kasus logam biasanya terhubung dengan koneksi negatif, pengaturan yang menyebabkan kejutan listrik banyak. Spesifikasi teknis perangkat ini sering mentah, misalnya satu ilustrasi memiliki resistansi hanya 33 ohm per volt, skala non-linear dan tidak ada penyesuaian nol. Setiap meteran akan memuat sirkuit yang sedang diuji untuk beberapa contoh extent.For, sebuah microammeter dengan skala penuh saat 50 microamps, sensitivitas tertinggi yang umum tersedia, harus menarik setidaknya 50 microamps dari sirkuit yang sedang diuji untuk membelokkan sepenuhnya. Hal ini mungkin memuat rangkaian impedansi tinggi begitu banyak untuk mempengaruhi sirkuit, dan untuk memberikan pembacaan yang rendah. (Sulis. 2014).

2.        Pengertian
Multimeteradalah alat pengukur listrik yang sering dikenal sebagai VOM (Volt/Ohm meter) yang dapat mengukur tegangan (voltmeter), hambatan (ohm-meter), maupun arus (amper-meter) (Sunarto. 1998).
Avometer sebagai istilah dapat dipandang sebagai kependekan dari amper-volt-ohm-meter, digunakan sebagai nama bagi sebuah alat yang dengan mengatur tombol selektornya dapat difungsikan sebagai ampermeter, atau sebagai voltmeter, atau sebagai ohm meter. Dengan dilengkapi oleh bermacam-macam nilai shunt dan multiplier, maka sebuah avometer biasanya memiliki bermacam-macam batas ukur untuk kuat arus dan beda potensial listrik. Avometer juga dapat digunakan untuk mengukur kuat arus dan beda potensial listrik AC dan DC dengan batas-batas tertentu (Sutrisno. 2016).
Multimeter merupakan alat ukur yang paling banyak dipergunakan oleh para praktisi, hobist dan orang yang bekerja berkaitan dengan rangkaian listrik dan elektronika (Sri Waluyanti. 2008).

3.        Fungsi
Menurut (Sri Waluyanti. 2008),Multimeter memiliki fungsi utama sebagai alat ukur ohm, volt dan ampere. Selain itu, multimeter juga berfungsi untuk mengukur pada Tegangan DC dan pada Tegangan AC.

4.        Jenis - Jenis
Gambar 70. Multimeter digital
 
Ada dua kategori multimeter: multimeter digital atau DMM (digital multimeter)(untuk yang baru dan lebih akurat hasil pengukurannya), dan multimeter analog. Masing-masing kategori dapat mengukur listrik AC, maupun listrik DC (Sri Waluyanti. 2008).

Multitester analog menggunakan peraga jarum moving coil dan besaran ukur berdasarkan arus (elektronis dan non elektronis). Sedangkan multitester digital menggunakan peraga bilangan digital dan besaran ukur berdasarkan tegangan yang dikonversi ke sinyal digital (Rian Priyadi. 2013).


1.1         Multimeter  Analog
Multitester analog lebih banyak dipakai untuk kegunaan sehari-hari, seperti para tukang servis TV atau komputer kebanyakan menggunakan jenis yang analog ini. Kelebihannya adalah mudah dalam pembacaannya dengan tampilan yang lebih simple. Sedangkan kekurangannya adalah akurasinya rendah, jadi untuk pengukuran yang memerlukan ketelitian tinggi sebaiknya menggunakan multitester digital (Kuswanto. 2013; Rian Priyadi. 2013).

Bagian – Bagian
         Menurut (Rian Priyadi. 2013) Multitester analog terdiri dari bagian-bagian penting, diantaranya adalah sebagai berikut:
1.      Papan skala  
2.      Jarum penunjuk skala  
3.      Pengatur jarum skala
4.      Knop pengatur nol ohm 
5.      Batas ukur ohm meter 
6.      Batas ukur DC volt (dcv)
7.      Batas ukur AC volt (acv)
8.      Batas ukur ampere meter DC
9.      Saklar pemilih (dcv, acv, ohm, ampere dc)
10.  Test pin positif (+)
11.  Test pin negatif (-)
Menurut (Sunarto. 1998) sebagai penunjuk besaran, avometer ada yang menggunakan jarum dan ada yang menggunakan display angka. Alat ini dilengkapi dengan dua kabel penyidik yang berwarna masing – masing merah dan hitam. Untuk dapat bekerja, avometer memerlukan sumber listrik berupa battery. Dalam penyimpanan yang cukup lama, battery ini harus dilepaskan. Umumnya pada avometer terdapat tombol – tombol sebagai berikut ini.
1.    Saklar Jangkah. Saklar jangkah digunakan untuk memilih jenis besaran yang diukur dan jangkah pengukuran.

2.    Sekerup Kontrol NOL. Sebelum pengukuran, jarum harus menunjukkan tepat angka NOL, bila tidak sekerup kontrol NOL diatur ulang.

3.    Tombol NOL. Setiap pengukuran resistansi, tombol NOL diatur sehingga jarum menjukkan tepat pada angka NOL.

4.    Kabel Penyidik. Kabel MERAH dipasang pada lubang PLUS dan kabel hitam dipasang pada lubang.

5.    MINUS atau COMMON. Pada penggunaan alat ini perlu selalu diperhatikan pemilihan jangkah yang tepat. Kesalahan pemilihan jagkah dapat mengakibatkan kerusakan avometer misalnya pengukuran voltage dengan jangkah pada OHM, maka akibatnya akan fatal. Bila besaran yang diukur tidak dapat diperkirakan sebelumnya, harus dibiasakan memilih jangkah tertinggi. Setiap selesai  pengukuran, dibiasakan meletakkan jangkah pada posisi OFF atau VDC angka tertinggi.

Menurut (Sri Waluyanti. 2008) Pada panel depan metermempunyai beberapa komponenyang berfungsi sebagai pengatur.Pengaturan dilakukan untukmendapatkan fungsi yang sesuaiserta hasil pengukuran yangoptimal akurat. Disamping sebagaikomponen pengatur juga terdapatbeberapa informasi pentingberkaitan dengan parameter alatukur seperti sensitivitas meter,cara pemasangan meter yangsesuai, besaran-besaran yangdapat diukur. Untuk meter SanwaYX-360TRe mempunyai tombol - tombolpengaturan sebagaiberikut.
Bagian bagian
1           Jarum penunjuk meter, berfungsi sebagai penunjuk besaran yang diukur.
2           Skala, berfungsi sebagai skala pembacaan meter, yaitu: skala tegangan skala arus dan skala resistor.
3           Zero Adjust Screw, berfungsi untuk mengatur kedudukan jarum penunjuk dengan cara memutar sekrupnya ke kanan atau ke kiri dengan  menggunakan obeng pipih kecil.
4           Zero Ohm Adjust Knob, berfungsi untuk mengatur jarum penunjuk pada posisi nol.
5           Range Selector Switch, berfungsi untuk memilih posisi pengukuran dan batas ukurnya.
6           Lubang Kutub, berfungsi untuk tempat masuknya test lead kutub(yang warna hitam).
7           Lubang Kutub + common terminal, sebagai tempat masuknya test lead kutub(yang warna merah).




1.1         Multimeter Digital

Multimeter digital (Digital MultiMeter) tipikal memperagakan hasil pengukuranberupa angka diskrit ini lebih baikdari pada penunjukan simpanganjarum pada skala sebagaimanayang digunakan pada instrument analog. DMM bertambah popular karena harga instrument menjadikompetitif. Keunggulan dibandingmeter analog hasil pengukuranterbaca langsung mengurangikesalahan manusia, kesalahanparalaks dan pengukuran lebihcepat. Pengembanganselanjutnya adanya otomasicakupan pengukuran danpolaritas sehingga dapatmengurangi kesalahanpengukuran dan lebih jauh lagitidak ada kemungkinan kerusakanmeter yang disebabkan olehadanya beban lebih atau terbalikpolaritasnya. Dalam beberapakasus disediakan hard copy hasilpengukuran dalam bentuk kartuatau pita berlubang. Digitalmultimeter sampai sekarangmasih terbatas dalam parameternon linier tidak dapat diukur.Lebihjauh lagi keakuratan sekarang ini tidak sebanding dengan harganya (Sri Waluyanti. 2008).

Multimeter digital biasanya dipakai pada penelitian atau kerja-kerja mengukur yang memerlukan kecermatan tinggi, tetapi sekarang ini banyak juga bengkel-bengkel komputer dan service center yang memakai multimeter digital. Kekurangannya adalah susah untuk memonitor tegangan yang tidak stabil. Jadi bila melakukan pengukuran tegangan yang bergerak naik-turun, sebaiknya menggunakan multimeter analog (Rian Priyadi. 2013).


Bagian-bagian Multimeter Digital
Menurut(Sri Waluyanti. 2008) bagian-bagian multimeter digital, yakni:
a.      Pencacah / Peraga
Bagian ini terdiri pencacah 3 ½digit, memory, decoder danpiranti peraga. Bagian inimemiliki input, count, transferdan reset. Dari bagian pencacahjuga memberikan keluaran untukmengontrol fungsi pengukurananalog.

b.      Control Logic
Bagian ini berfungsimembangkitkan pulse yangdiperlukan oleh rangkaian untukperputaran masukan, dihitungdan mengontrol fungsipencacah.

c.       Master Clock
Rangkaian ini terdiri kristalosilator, pembagi frekuensiuntuk pewaktuan semuapengukuran.

d.      Pembentuk gelombangmasukan (Input Wave Shaper)Rangkaian ini difungsikanselama pengukuran frekuensi,perioda mengubah sinyalmasukan ke dalam bentuk yangtepat untuk dihubungkan kerangkaian logic.

e.      Time Control
Fungsi bagian ini digunakanuntuk memulai danmenghentikan pencacah padasaat pengukuran.

f.        Voltmeter dan PengubahAnalog ke Digital
Bagian ini berisi rangkaianimpedansi masukan yang tinggi,penyearah, pengubah teganganke waktu dual-ramp digunakanuntuk pengukuran tegangan danresistansi. Prinsip perubahantegangan analog ke digitaldijelaskan di bawah ini.



DAFTAR PUSTAKA
Dewi, Pamela. 2010 Diakses Di https://Pameladewi.Wordpress.Com
/2010 /06/19/ Multitester-Pamela/

Kuswanto.2013 diakses di

http://kuswant0.wordpress.com/author/kuswant0/page/3/


Sunarto. 1998. Peralatan-Workshop. Pdf. Jakarta: YBØUSJ

Bab6-Rangkaian Dan Pengukuran.Pdf

Sulis. 2014 Diakses Di Http://Suliesjambie.Blogspot.Co.Id/2014/09/Sejarah-Multimeter.Html

Sutrisno. Modul_8_Kegiatan_BELAJAR_1. Pdf

 

Rian Priyadi. 2013 Diakses Di http://rianpriyadi. Blogspot.com


Waluyanti, Sri . 2008. Alat- Alat Ukur Dan Teknik Pengukuran. Pdf. Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat
Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.




alat ukur : osiloskop


OSILOSKOP

1.      Sejarah

Karl Ferdinand Braun (Fulda, 6 Juni 1850 – New York, 20 April 1918) adalahseorangfisikawanJerman.Braun belajar di Universitas Marburg danmenerimagelar di Universitas Berlin padatahun 1872.Iamenjadidirektur di LembagaFisikadanprofesorfisika di Strasbourg (1895). Padatahun 1897, iamembuatoskiloskoptabungsinarkatodapertama. Teknikinidigunakanolehsebagianbesarperalatan TV dan monitorkomputer. Tabungkatodemasihdisebut “tabung Braun” (BraunscheRöhre) di negarapenuturbahasaJerman (dan di Jepang: Buraun-kan). Padatahun 1909 Braun menerimaPenghargaan Nobel dalamFisikadenganGuglielmo Marconi untuk “sumbanganpadapengembangantelegrafinirkabel.”PadaawalPerangDunia I Braun pindahkeAmerikaSerikatuntukmempertahankanstasiunnirkabelJerman yang terletak di Sayville (Long Island) terhadapseranganoleh Marconi Corporation yang dikendalikanInggris (saatitu AS belumterjundalamperang).Braun meninggal di rumahnya di Brooklyn sebelumperangberakhir, padatahun 1918.
Oscilloscope adalahperalatanelektronik yang menghasilakntampilangrafikpadalayaruntukmencitrakangelombangmaupun signal elektronik yang diterimanya. Misalnya, Kita tidakpernahbisamelihat signal yang dipancarkanolehhandphone yang kitagunakan.Tenganbantuan Oscilloscope, signal tersebutdapatdicitrakandalamlayar, sehinggadapatdilihatbentukgelombangnya, panjanggelombangataufrekwensigelombang, maupuncacatgelombang.
Semuaalatukurelektronikbekerjaberdasarkan sample data, semakintinggi sample data, semakinakuratperalatanelektroniktersebut.Pada Oscilloscope, umumnyapempunyaisampel data yang sangattinggi, dankarenanyaumumnya oscilloscope merupakanalatukurelektronik yang mahal.
Contohcarakerjanya. misalnyasebuah oscilloscope mempunyai sample rate 10Ks/s (10kilo sample/second = 10000 data perdetik) akanmelakukanpembacaansebanyak 10000 kali dalamsedetik. Jika yang diukuradalahsebuahgelombangdenganfrekwensi 2500Hz, makasetiapsampel data akanmemuat data 1/4 darisebuahgelombangpenuh yang umumnyaditampilkandalamlayardengangrafikskala XY.

2.      Pengertian

Osiloskop adalah alat ukur elektronika yang berfungsi memproyeksikan bentuk sinyal listrik agar dapat dilihat dan dipelajari. Osiloskop dilengkapi dengan tabung sinar katode Peranti pemancar elektron memproyeksikan sorotan elektron ke layar tabung sinar katode. Sorotan elektron membekas pada layar. Suatu rangkaian khusus dalam osiloskop menyebabkan sorotan bergerak berulang-ulang dari kiri ke kanan. Pengulangan ini menyebabkan bentuk sinyal kontinyu sehingga dapat dipelajari (Faik Saefuddin. 2014).

3.      Fungsi

Menurut (Faik Saefuddin. 2014), fungsi osiloskop, yaitu:
  1. Untuk menyelidiki gejala yang bersifat periodik.
  2. Untuk melihat bentuk gelombang kotak dari tegangan
  3. Untuk menganalisis gelombang dan fenomena lain dalam rangkaian elektronika
  4. Dapat melihat amplitudo tegangan, periode, frekuensi dari sinyal yang tidak diketahui
  5. Untuk melihat harga-harga momen tegangan dalam bentuk sinus maupun bukan sinus
  6. Digunakan untuk menganalisa tingkah laku besaran yang berubah-ubah terhadap waktu, yang ditampilkan pada layar
  7. Mengetahui beda fasa antara sinyal masukan dan sinyal keluaran.
  8. Mengukur keadaan perubahan aliran (phase) dari sinyal input
  9. Mengukur Amlitudo Modulasi yang dihasilkan oleh pemancar radio dan generator  pembangkit sinyal
  10. Mengukur tegangan AC/DC dan menghitung frekuensi

4.      Jenis – Jenis Osiloskop

Osiloskop merupakan instrument ukur yang memiliki posisi yang sangat vital mengingat sifatnya yang mampu menampilkan bentuk gelombang yang dihasilkan oleh rangkaian yang sedang diamati. Dewasa ini secara prinsip ada dua tipe osiloskop, yakni tipe analog (ART – analog real time oscilloscope), dan tipe digital (DSO – digital storage oscilloscope), masing-masing memiliki kelebihan dan keterbatasan. Para insinyur, teknisi maupun praktisi yang bekerja di laboraturium perlu mencermati karakter masing-masing agar dapat memilih dengan tepat osiloskop mana yang sebaiknya digunakan dalam kasus-kasus tertentu yang berkaitan dengan rangkaian elektronik yang sedang diperiksa atau di uji kinerjanya. Untuk itulah disini akan ditinjau karakter masing-masing tipe osiloskop tersebut.

Osiloskop Analog.

Osiloskop tipe waktu nyata analog (ART) menggambar bentuk-bentuk gelombang listrik dengan melalui gerakan pancaran electron (electron beam) dalam sebuah tabung sinar katoda (CRT – Cathode Ray Tube) dari kiri ke kanan. Pancaran electron dari bagian senapan electron (electron gun) yang membentur atau menumbuk dinding dalam tabung tersebut Mengeksitasi electron dalam lapisan fosfor pada layar tabung mengeksitasi electron dalam lapisan fosfor pada layar tabung sehingga terjadi perpendaran atau nyala pada layar yang menggambarkan bentuk dasar gelombang. Dalam perjalanannya dari senapan electron menuju layar yang berfosfor tadi, electron-elektron dipengaruhi oleh medan listrik dalam arah vertical (ke atas maupun ke bawah) oleh sepasang pelat pembelok (defleksi) vertical dan dalam arah horizontal oleh sepasang pelat defleksi horizontal. Apabila tegangan pada semua pelat tersebut nol Volt, electron akan berjalan lurus membentuk layar sehingga hanya terlihat sebuah bintik nyala di ditengah layar saja. Untuk “membuat” gambar garis pada layar, diperlukan gelombang gigi gergaji yang diberikan kepada pasangan pelat horizontal tersebut. Tegangan gigi gergaji ini dihasilkan oleh time base generator/sweep generator atau generator sapu, yang kemudian diperkuat oleh penguat horizontal. Tegangan gigi gergaji ini naik secara linier terhadap waktu sehingga berkas electron pada layar bergerak dari kiri ke kanan. Setelah sampai di bagian paling kanan layar, tegangan gigi gergaji turun dengan cepat ke nol sehingga memulai gerakan berulang dari bagian kiri layar. Gerakan balik yang cepat ini tidak dapat ditangkap oleh mata sehingga yang terlihat adalah gambar garis horizontal lurus pada layar yang tidak terputus. Agar osiloskop dapat menggambarkan bentuk gelombang yang sedang diamati maka gelombang tersebut diumpankan ke rangkaian vertical. Rangkaian vertical ini berfungsi memperkuat atau melemahkan simpangan vertical dari gelombang masukan, sehingga tegangan yan g diberikan ke pasangan pelat defleksi vertical menghasilkan medan listrik yang dapat mempengaruhi gerakan vertical electron secara proposional selagi ia bergerak menuju ke layar, yang berakibat bentuk gelombang pada layar dapat diperbesar atau diperkecil. Karena arah gerak electron berdasar vector medan listrik horizontal dan vertical, CRT nya disebut direcdt viev vector CRT.
Agar gambar pada layar dapat stabil, digunakan rangkaian picu (trigger). Jika suatu gelombang listrik dihubungkan ke ART, rangkaian picu akan memonitor gelombang masukan tersebut dan menunggu event – yakni saat terjadinya peristiwa atau kondisi yang dapat dipakai untuk pemicuan. Event picu ini berupa suatu sisi atau tebing gelombang yang memenuhi persyaratan yang telah didefinisikan atau ditentukan melalui suatu pilihan tombol pada panel depan osiloskop. Sekali event picu ini terjadi, osiloskop akan menstart generator sapu dan meragakan bentuk gelombang yang sedang diukur. Proses ini akan berulang sepanjang osiloskop tersebut dapat mendeteksi event-event picu. Selain menyangkut vertical dan horizontal, osiloskop analog mempunyai dimensi ketiga yang disebut dengan gray scaling (skala/tingkatan atau intensitas kelabu). Tingkatan kelabu ini diciptakan intensitas pancaran electron pada tabung gambar, yang meragakan detil gambar bagian tertentu secara sekilas saja. Kondisi ini terjadi karena kecepatan pancaran electron mempengaruhi kecerahan jejaknya. Makin cepat pancaran bergerak dari satu titik ke titik yang lain pada bagian tertentu, makin sedikit waktu ia dapat mengeksitasi electron-elektron pada fosfor yang terdapat pada dinding layar. Akibatnya jejak yang membentuk gambar gelombang abgian tersebut akan lebih redup daripada gambar bagian gelombang yang lainnya.
Skala kelabu ini juga menunjukan frekuensi relative dari event-event individual (gejala khusus) yang terjadi dalam suatu gelombang yang sifatnya berulang (repetitif). Pancaran electron yang menggambarkan bagian gelombang yang bentuknya sama secara berulang akan menyebabkan bagian yang dapat tergambar dengan terang di layar, sedangkan event lekuk gelombang yang jarang terjadi akan mendapat lebih sedikit waktu eksitasi. Akhirnya menjadi jelas bahwa daerah dari lapisan fosfor yang dirangsang/dieksitasi secara berulang Nampak lebih terang daripada daerah yang kurang distimulasi (fery yelyanto. 2015).


Osiloskop Digital.

Jika dalam osiloskop analog gelombang yang akan ditampilkan langsung diberikan ke rangkaian vertikal sehingga berkesan “diambil” begitu saja (real time), maka dalam osiloskop digital, gelombang yang akan ditampilkan lebih dulu disampling (dicuplik) dan didigitalisasikan. Osiloskop kemudian menyimpan nilai-nilai tegangan ini bersama sama dengan skala waktu gelombangnya di memori. Pada prinsipnya, osiloskop digital hanya mencuplik dan menyimpan demikian banyak nilai dan kemudian berhenti. Ia mengulang proses ini lagi dan lagi sampai dihentikan.
 .DSO mempunyai dua cara untuk menangkap atau mencuplik gelombang, yakni dengan teknik single shot atau real time sampling. Dengan kedua teknik ini, osiloskop memperoleh semua cuplikan dengan satu event picu. Sayangnya laju cuplik DSO membatasi lebar pita osiloskop ketika beroperasi dalam waktu nyata (real time). Secara teori (sesuai dengan Nyquist samplinjg theorema), osiloskop digital membutuhkan masuka dengan sekurang-kurangnya dua cuplikan per periode gelombang untuk merekontruksi suatu bentuk gelombang. Dalam praktek, tiga atau lebih cuplikan per periode menjamin akurasi akuisisi. Jika pencuplik tidak dapat sama cepat dengan sinyal masukannya, osiloskop tidak akan dapat mengumpulkan suatu jumlah yang cukup berakibat menghasilkan suatu peragaan yang lain dari bentuk gelombang aslinya. Yakni osiloskop akan menggambarkan struktur keseluruhan sinyal masukan pada suatu frekuensi yang jauh lebih rendah dari frekuensi sinyal sesungguhnya.
Kebanyakan DSO, apakah ia menggunakan teknik real time atau equivalent time akan mencuplik pada laju maksimum tanpa mengacu berapa dasar waktu (time base) yang dipilih. Pada kecepatan sapuan yang lebih rendah osiloskop digital menerima jauh lebih banyak cuplikan daripada yang dapat disimpannya. Tergantung pada model akuisisi yang kita pilih, suatu DSO akan membuang cuplikan ekstra atau menggunakannya untuk pemprosesan sinyal-sinyal tambahan seperti deteksi puncak gelombang (peak detect), maupun sampul gelombang (envelope) (fery yelyanto. 2015).
5.      Bagian-Bagian Osiloskop
  1. Volt atau div : Untuk mengeluarkan tegangan AC.
  2. CH1 (Input X) : Untuk memasukkan sinyal atau gelombang yang diukur atau pembacaan posisi horisontal.
  3. AC-DC : Untuk memilih besaran yang diukur.
  4. Ground : Untuk memilih besaran yang diukur.
  5. Posisi Y : Untuk mengatur posisi garis atau tampilan dilayar atas bawah.
  6. Variabel : Untuk kalibrasi osciloskop.
  7. Selektor pilih : Untuk memilih Chanel yang diperlukan untuk pengukuran.
  8. Layar : Menampilkan bentuk gelombang.
  9. Inten : Mengatur cerah atau tidaknya sinar pada layar Osiloskop.
  10. Rotatin : Mengaur posisi garis pada layar.
  11. Fokus : Menajamkan garis pada layar.
  12. Position X : Mengatur posisi garis atau tampilan kiri dan kanan.
  13. Sweep time/ div : Digunakan untuk mengatur waktu periode (T) dan Frekwensi ( f ).
  14. Mode : untuk memilih mode yang ada.
  15. Variabel : Untuk kalibrasi waktu periode dan frekwensi.
  16. Level Menghentikan gerak tampilan layar.
  17. Exi Trigger : Untuk trigger dari luar.
  18. Power : untuk menghidupkan Osciloskop.
  19. Cal 0,5 Vp-p : Kalibrasi awal sebelum Osciloskop digunakan.
  20. Ground Osciloskop yang dihubungkan dengan ground yang diukur.
  21. CH2 ( input Y ): Untuk memasukkan sinyal atau gelombang yang diukur atau pembacaan Vertikal.
6.      Modifikasi osiloskop
Bikin Sendiri Osiloskop Menggunakan Laptop
Alat yang diperlukan:
  • Resistor 22K ohm : 2 buah
  • Resistor 82K ohm : 2 buah
  • Potensiometer 50K Linear : 1 buah + Knop pemutarnya
  • Kabel Shield Stereo : 1 meter
  • Jack Stereo 3.5mm : 1 buah
  • Terminal Tester
Denganskemaelektronik 

Keterangan skema:
1            Resistor 22K berfungsi sebagai batas pengaman tegangan yang masuk ke soundcard Laptop.
2            Potensiometer berfungsi sebagai penahan tegangan masuk, apabila tegangan yang digunakan lebih dari 5volt, maka potensiometer perlu di geser agar soundcard tidak rusak akibat kelebihan tegangan input.
3            Gunakan kabel audio terselubung (Shielded Wire) agar dapat terlindung dari sinyal / induksi dari sekitar kabel tersebut.
4            Box kecil dipilih sebagai kemasan unit interface ini.
5            Di sekrup rapi
6            dirakit Kabel Jack
7            Masukkan Jack Stereo ke LINE-IN/MIC
8            Aplikasi osiloskop, Aplikasi yang digunakan adalah ZELSCOPE, yang bisa di download di www.zelscope.com. Aplikasi ini Trial-14hari, yang dapat di beli dengan harga tidak lebih dari seratus ribu rupiah ($9.95 USD).

CATATAN:
  1. Oscilloscope ini dapat digunakan untuk tegangan input maksimum 5Volt.
  2. Oscilloscope ini mempunyai bentang frequency yaitu: 20Hz hingga 20kHz (mengikuti batasan SoundCard).
  3. Besaran nilai Resistor 22K bisa diperbesar hingga 820K Ohm untuk penggunaan oscilloscope dengan input di atas 5 volt
  4. Besaran Nilai Potensiometer bisa diperbesar hingga 100K Linear, untuk penggunaan oscilloscope dengan input di atas 5 volt.

DAFTAR PUSTAKA

Saefuddin, Faik. 2014 Diakses Pada  https://Faiksmk1.Wordpress.Com/2014/11/10/Pengenalan-Osiloskop/

 

Yelyanto, Fery. 2015  Diakses DiHttp://Feryyelyanto.Blogspot.Co.Id/2015/05/Jenis-Jenis-Osiloskop.Html