1. Sejarah
Istilah galvanometer diambil dari
seorang yang bernama Luivi Galvani. Penggunaan galvanometer yang pertama kali
dilaporkan oleh Johann Schweigger dari Universitas Halle di Nurremberg pada 18
september 1820. Andre-Marie Ampere adalah seorang yang memberi kontribusi dalam
mengembangkan galvanometer. Galvanometer pada umumnya dipakai untuk penunjuk
analog arus searah, dimana arus yang diukur merupakan arus-arus kecil misalnya
yang diperoleh pada pengukuran fluks magnet (Rian
Priyadi. 2013).
2. Pengertian
Galvanometer adalah alat ukur listrik
kumparan putar yang digunakan untuk mengukur kuat arus dalam orde µA.Galvanometer tidak dapat digunakan
untuk mengukur kuat arus maupun beda potensial listrik yang relatif besar,
karena komponen-komponen internalnya yang tidak mendukung. Namun Galvanometer dapat digunakan untuk mengukur kuat arus
maupun beda potensial listrik yang besar, jika pada galvanometer tersebut
dipasang hambatan eksternal (pada voltmeter disebut hambatan depan, sedangkan
pada ampermeter disebut hambatan shunt) (Doni. 2014).
Galvanometermerupakanalat pengukur kuat arus yang
sangat lemah. Cara kerjanya sama dengan Amperemeter, Voltmeter, dan Ohmmeter.
Ketiga alat itu cara kerjanya sama dengan motor listrik, tapi karena dilengkapi
pegas, maka kumparannya tidak berputar. Karena muatan dalam magnet dapat
berubaha karena arus listrik yang mengalir ke dalamnya. Dalam dunia
kelistrikan, Galvanometer sejenis
dengan ammeter / amperemeter
danmerupakan suatu alat yang digunakan untuk mendeteksi dan mengukur
arus yang melalui suatu cabang (Sandra. 2014).
3.
Fungsi
Fungsi galvanometer Adalah untuk mendeteksi dan mengukur
arus listrik yang kecil. Galvanometer juga alat yang digunakan untuk menentukan
kehadiran, arah, dan kekuatan dari arus listrik dalam konduktor.
4.
Jenis
- Jenis
Menurut (Sandra. 2014), galvanometer
terdiri atas:
Galvanometer Balistik.
Untuk mengukur fluksi maknit digunakan galvanometer
balistik, dimana galvanometer ini bekerja menggunakan prinsip d’ Arsonval dan
dirancang khusus untuk pemakaian selama 20 – 30 sekon dengan kepekaan
tinggi.Pada pengukuran balistik ini, kumparan menerima suatu impuls arus
sesaat, mengakibatkan kumparan berayun ke satu sisi dan kemudian kembali
berhenti dalam gerakan berosilasi. galvanometer balistik dihubungkan seri
dengan sebuah tahanan variabel dan sebuah kumparan yang melilit maknit
permanent yang akan ditentukan fluksinya. Tahanan variabel diatur untuk
menghasilkan redaman kritis bagi galvanometer.
Galvanometer Suspensi ( Suspension
Galvanometer ).
Pengukuran-pengukuran arus searah
sebelumnya menggunakan galvanometer sistem gantungan, yang merupakan pelopor
instrumen kumparan putar, sebagai dasar pada umumnya instrumen penunjuk arus
searah yang dipakai secara luas saat ini. Dengan beberapa penyempurnaan,
Galvanometer suspensi masih digunakan untuk pengukuran-pengukuran laboratorium
sensitivitas tinggi tertentu, jika keinda-han instrumen bukan merupakan masalah
dan portabilitas bukan menjadi prioritas.
5.
Modifikasi
Alat Pendeteksi Kebohongan adalah alat yang digunakan untuk mengukur
kebohongan melalui tingkat emosi seseorang. Kebohongan seseorang dapat
terdeteksi melalui tingkat emosinya yang terlihat melalui pengukuran pada laju
pernafasan, tekanan darah, frekuensi denyut nadi dan respon pada kulit. Di
China, dahulu terdapat sebuah metode sederhana untuk mengetahui apakah
seseorang berbohong atau tidak. Seorang yang di tes kebohongannya dipaksa untuk
mengunyah tepung beras dan memuntahkannya. Bila tepung beras keluar dalam
keadaan kering, maka orang tersebut dianggap berbohong. Hal ini berdasarkan
asumsi bahwa orang-orang yang berkata jujur dan bohong memiliki respon
fisiologis yang berbeda. Penurunan produksi air liur diinterpretasikan
sebagai hasil dari ketakutan karena berbohong.
Penemuan alat
pendeteksi kebohongan berawal dari Amerika Serikat. Alat pendeteksi kebohongan
juga dikenal dengan nama mesin polygraph. Mesin polygraph ditemukan pertama
kali oleh James Mackenzie pada tahun 1902. Mesin polygraph adalah suatu
instrumen yang secara bersamaan mencatat perubahan proses fisiologis seperti
detak jantung dan tekanan darah.
Pada tahun 1921,
John Larson menciptakan alat pendeteksi kebohongan yang lebih modern. John
Larson meneliti berbagai instrumen yang tersedia serta metodologinya, Larson
lantas memilih sphygmomanometer erlanger. Sphygmomanometer erlanger ialah alat
untuk mengukur tekanan darah yang bekerja secara manual saat memompa dan
mengurangi tekanan darah pada manset, seperti alat pengukur tekanan darah dalam
medis. Sphygmomanometer erlanger dapat diubah untuk menghasilkan rekaman
permanen dari tekanan darah dengan cara menggunakan kymograph. Kymograph ialah
alat untuk mencatat atau melukiskan variasi tekanan atau gerakan, misalnya
gerak gelombang denyut nadi dan tekanan darah.
Pada tahun 1924
Leonarde Keeler membuat instrumen alat pendeteksi kebohongan yang disebut
dengan Emotograph. Emotograph adalah cara penanda yang secara otomatis
menangkap data dan informasi yang memiliki sensor pada tubuh untuk mengukur
denyut nadi, kulit, suhu dan konduktivitas listrik. Leonarde menggunakan papan
tempat pemotong roti sebagai dasar untuk instrumen dan yang dikenal
sebagai polygraph papan pemotong roti. Instrument Leonarde Keeler
tersebut diberikan kepada John Larson untuk digunakan di kepolisian Berkeley.
Hasil
penemuan Leonarde Keeler tersebut dimodifikasi oleh Chester W. Darrow dari
Institute for Juvenile Research membuat modifikasi yang bernama Cardio Pneumo
Psikografi, dengan menambahkan sebuah galvanometer. Galvanometer adalah alat
pengukur kuat arus yang sangat lemah untuk menentukan keberadaan arah dan
kekuatan dari sebuah arus listrik dalam sebuah konduktor.
Macam Macam Sensor Pada Alat Pendeteksi Kebohongan :
1. Sensor Laju Pernapasan
Berwujud tabung karet yang berisi udara
dan diikatkan mengelilingi area perut atau dada. Ketika dada atau otot-otot
perut mengembang untuk mengambil udara, udara di dalam tabung dipindahkan dalam
bentuk grafik pada layar.
2. Sensor
Tekanan
Darah
Sebuah alat
pengukur tekanan darah ditempatkan sekitar lengan. Alat ini mencatat
perubahan-perubahan dalam tekanan darah dan dengan sebuah alat data tersebut
dikirim dan dimunculkan dalam grafik.
3.
Galvanic Skin Resistance
Alat ini
digunakan untuk mengukur aktivitas elektro-dermal dan pada dasarnya adalah
pengukur dari keringat di ujung jari anda. Ujung jari adalah salah satu daerah
yang paling berpori pada tubuh dan indikasinya adalah jika kita berkeringat
maka kita sedang dalam tekanan dan alami muncul di saat berbohong. Sebuah
galvanometer akan dipasangkan pada dua ujung jari subjek pemeriksaan. Sensor
ini akan mengukur kemampuan kulit untuk menghantarkan listrik. Ketika kulit
terhidrasi (seperti dalam keadaan berkeringat), kulit dapat menghantarkan
listrik jauh lebih mudah dibandingkan pada saat kulit kering dan semua data
data ini tercatat pula di grafik.
Alat pendeteksi
kebohongan pada dasarnya terdiri dari alat-alat medis yang digunakan untuk
memantau perubahan yang terjadi dalam tubuh. Seseorang akan ditanya tentang
suatu peristiwa atau kejadian tertentu, sedangkan para pemeriksa akan melihat
bagaimana perubahan detak jantung, tekanan darah, laju pernapasan dan aktivitas
elektro-dermal (keringat dari jari-jari tangan) yang dibandingkan dengan
keadaan normal.
Perubahan pada
parameter-parameter tersebut menunjukkan bahwa orang tersebut sedang berbohong.
Alat pendeteksi kebohongan akan menunjukan kebohongan pada sistem dalam bentuk
gelombang. Bila seseorang sedang berbohong maka gelombang akan bergetar dengan
cepat. Sebaliknya jika seseorang jujur, maka gelombang akan bergetar secara
perlahan atau bahkan tidak bergetar.
Saat seseorang
sedang dites menggunakan alat pendeteksi kebohongan, maka orang tersebut akan
dipasangkan 4 sampai 6 sensor, dan dihubungkan dengan sebuah gambar grafik yang
menunjukkan hasil-hasil dari pertanyaan yang diajukan. Sensor sensor tersebut
biasanya merekam aktifitas seperti yang disebutkan di atas. Kadang-kadang alat
pendeteksi kebohongan juga akan mencatat hal-hal seperti gerakan lengan dan
kaki.
Ketika tes
dengan alat pendeteksi kebohongan dimulai, sang penanya akan memberi 3 sampai 4
pertanyaan yang mudah dan sederhana dengan jawaban yang diketahui sebagai
permulaan. Setelah itu beranjak ke pertanyaan berat yang kemudian indikatornya
bisa ditampilkan dalam sebuah grafik naik turun mirip sebuah seismograph pada
pencatat bencana alam gempa bumi.
DAFTAR
PUSTAKA
Doni.
2014 Diakses Dihttps://Doniphysic.Wordpress.Com/2014/01/06/Alat-Ukur- listrik-2/Dan Http://ProblemFisika.Blogspot.Com/2009/04/Galvanometer.Html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar