Kamis, 12 Mei 2016

alat ukur : multimeter



MULTIMETER (AVOMETER)

1.        Sejarah
Sejarah 1920 Pocket MultimeterAvometer Model 8 Bergerak-pointer pertama saat-mendeteksi perangkat adalah galvanometer tahun 1820. Ini digunakan untuk mengukur resistensi dan tegangan dengan menggunakan sebuah jembatan Wheatstone, dan membandingkan kuantitas yang tidak diketahui ke tegangan referensi atau perlawanan. Sementara berguna dalam laboratorium, perangkat yang sangat lambat dan tidak praktis di lapangan. Ini galvanometers yang besar dan halus. D'Arsonval / Weston gerakan meter menggunakan semi logam halus untuk memberikan pengukuran yang proporsional, bukan hanya deteksi, dan built-in magnet permanen yang terbuat lapangan defleksi independen dari orientasi meter.
Fitur-fitur ini diaktifkan dengan jembatan Wheatstone pengeluaran, dan membuat pengukuran cepat dan mudah. Dengan menambahkan resistor seri atau shunt, lebih dari satu rentang tegangan atau arus dapat diukur dengan satu gerakan.
Multimeter diciptakan di awal 1920-an sebagai radio penerima dan perangkat tabung vakum elektronik lainnya menjadi lebih umum. Penemuan multimeter pertama dikaitkan dengan Kantor Pos insinyur Inggris, Donald Macadie, yang menjadi tidak puas dengan harus membawa instrumen yang terpisah diperlukan untuk pemeliharaan sirkuit telekomunikasi. Macadie menemukan alat yang bisa mengukur ampere (amp) , volt dan ohm, sehingga meteran multifungsi kemudian dinamai avometer. Meteran terdiri meter coil bergerak, tegangan dan resistor presisi, dan switch dan soket untuk memilih kisaran. Macadie mengambil idenya ke Coil yang Winder Otomatis dan Perusahaan Peralatan Listrik (ACWEEC, didirikan pada ~ 1923). The AVO pertama memakai dijual pada tahun 1923, dan meskipun itu awalnya DC, banyak fitur-fiturnya tetap hampir tidak berubah melalui Model terakhir 8.
Meter arloji saku gaya yang digunakan secara luas pada tahun 1920, dengan biaya yang jauh lebih rendah daripada Avometers. Kasus logam biasanya terhubung dengan koneksi negatif, pengaturan yang menyebabkan kejutan listrik banyak. Spesifikasi teknis perangkat ini sering mentah, misalnya satu ilustrasi memiliki resistansi hanya 33 ohm per volt, skala non-linear dan tidak ada penyesuaian nol. Setiap meteran akan memuat sirkuit yang sedang diuji untuk beberapa contoh extent.For, sebuah microammeter dengan skala penuh saat 50 microamps, sensitivitas tertinggi yang umum tersedia, harus menarik setidaknya 50 microamps dari sirkuit yang sedang diuji untuk membelokkan sepenuhnya. Hal ini mungkin memuat rangkaian impedansi tinggi begitu banyak untuk mempengaruhi sirkuit, dan untuk memberikan pembacaan yang rendah. (Sulis. 2014).

2.        Pengertian
Multimeteradalah alat pengukur listrik yang sering dikenal sebagai VOM (Volt/Ohm meter) yang dapat mengukur tegangan (voltmeter), hambatan (ohm-meter), maupun arus (amper-meter) (Sunarto. 1998).
Avometer sebagai istilah dapat dipandang sebagai kependekan dari amper-volt-ohm-meter, digunakan sebagai nama bagi sebuah alat yang dengan mengatur tombol selektornya dapat difungsikan sebagai ampermeter, atau sebagai voltmeter, atau sebagai ohm meter. Dengan dilengkapi oleh bermacam-macam nilai shunt dan multiplier, maka sebuah avometer biasanya memiliki bermacam-macam batas ukur untuk kuat arus dan beda potensial listrik. Avometer juga dapat digunakan untuk mengukur kuat arus dan beda potensial listrik AC dan DC dengan batas-batas tertentu (Sutrisno. 2016).
Multimeter merupakan alat ukur yang paling banyak dipergunakan oleh para praktisi, hobist dan orang yang bekerja berkaitan dengan rangkaian listrik dan elektronika (Sri Waluyanti. 2008).

3.        Fungsi
Menurut (Sri Waluyanti. 2008),Multimeter memiliki fungsi utama sebagai alat ukur ohm, volt dan ampere. Selain itu, multimeter juga berfungsi untuk mengukur pada Tegangan DC dan pada Tegangan AC.

4.        Jenis - Jenis
Gambar 70. Multimeter digital
 
Ada dua kategori multimeter: multimeter digital atau DMM (digital multimeter)(untuk yang baru dan lebih akurat hasil pengukurannya), dan multimeter analog. Masing-masing kategori dapat mengukur listrik AC, maupun listrik DC (Sri Waluyanti. 2008).

Multitester analog menggunakan peraga jarum moving coil dan besaran ukur berdasarkan arus (elektronis dan non elektronis). Sedangkan multitester digital menggunakan peraga bilangan digital dan besaran ukur berdasarkan tegangan yang dikonversi ke sinyal digital (Rian Priyadi. 2013).


1.1         Multimeter  Analog
Multitester analog lebih banyak dipakai untuk kegunaan sehari-hari, seperti para tukang servis TV atau komputer kebanyakan menggunakan jenis yang analog ini. Kelebihannya adalah mudah dalam pembacaannya dengan tampilan yang lebih simple. Sedangkan kekurangannya adalah akurasinya rendah, jadi untuk pengukuran yang memerlukan ketelitian tinggi sebaiknya menggunakan multitester digital (Kuswanto. 2013; Rian Priyadi. 2013).

Bagian – Bagian
         Menurut (Rian Priyadi. 2013) Multitester analog terdiri dari bagian-bagian penting, diantaranya adalah sebagai berikut:
1.      Papan skala  
2.      Jarum penunjuk skala  
3.      Pengatur jarum skala
4.      Knop pengatur nol ohm 
5.      Batas ukur ohm meter 
6.      Batas ukur DC volt (dcv)
7.      Batas ukur AC volt (acv)
8.      Batas ukur ampere meter DC
9.      Saklar pemilih (dcv, acv, ohm, ampere dc)
10.  Test pin positif (+)
11.  Test pin negatif (-)
Menurut (Sunarto. 1998) sebagai penunjuk besaran, avometer ada yang menggunakan jarum dan ada yang menggunakan display angka. Alat ini dilengkapi dengan dua kabel penyidik yang berwarna masing – masing merah dan hitam. Untuk dapat bekerja, avometer memerlukan sumber listrik berupa battery. Dalam penyimpanan yang cukup lama, battery ini harus dilepaskan. Umumnya pada avometer terdapat tombol – tombol sebagai berikut ini.
1.    Saklar Jangkah. Saklar jangkah digunakan untuk memilih jenis besaran yang diukur dan jangkah pengukuran.

2.    Sekerup Kontrol NOL. Sebelum pengukuran, jarum harus menunjukkan tepat angka NOL, bila tidak sekerup kontrol NOL diatur ulang.

3.    Tombol NOL. Setiap pengukuran resistansi, tombol NOL diatur sehingga jarum menjukkan tepat pada angka NOL.

4.    Kabel Penyidik. Kabel MERAH dipasang pada lubang PLUS dan kabel hitam dipasang pada lubang.

5.    MINUS atau COMMON. Pada penggunaan alat ini perlu selalu diperhatikan pemilihan jangkah yang tepat. Kesalahan pemilihan jagkah dapat mengakibatkan kerusakan avometer misalnya pengukuran voltage dengan jangkah pada OHM, maka akibatnya akan fatal. Bila besaran yang diukur tidak dapat diperkirakan sebelumnya, harus dibiasakan memilih jangkah tertinggi. Setiap selesai  pengukuran, dibiasakan meletakkan jangkah pada posisi OFF atau VDC angka tertinggi.

Menurut (Sri Waluyanti. 2008) Pada panel depan metermempunyai beberapa komponenyang berfungsi sebagai pengatur.Pengaturan dilakukan untukmendapatkan fungsi yang sesuaiserta hasil pengukuran yangoptimal akurat. Disamping sebagaikomponen pengatur juga terdapatbeberapa informasi pentingberkaitan dengan parameter alatukur seperti sensitivitas meter,cara pemasangan meter yangsesuai, besaran-besaran yangdapat diukur. Untuk meter SanwaYX-360TRe mempunyai tombol - tombolpengaturan sebagaiberikut.
Bagian bagian
1           Jarum penunjuk meter, berfungsi sebagai penunjuk besaran yang diukur.
2           Skala, berfungsi sebagai skala pembacaan meter, yaitu: skala tegangan skala arus dan skala resistor.
3           Zero Adjust Screw, berfungsi untuk mengatur kedudukan jarum penunjuk dengan cara memutar sekrupnya ke kanan atau ke kiri dengan  menggunakan obeng pipih kecil.
4           Zero Ohm Adjust Knob, berfungsi untuk mengatur jarum penunjuk pada posisi nol.
5           Range Selector Switch, berfungsi untuk memilih posisi pengukuran dan batas ukurnya.
6           Lubang Kutub, berfungsi untuk tempat masuknya test lead kutub(yang warna hitam).
7           Lubang Kutub + common terminal, sebagai tempat masuknya test lead kutub(yang warna merah).




1.1         Multimeter Digital

Multimeter digital (Digital MultiMeter) tipikal memperagakan hasil pengukuranberupa angka diskrit ini lebih baikdari pada penunjukan simpanganjarum pada skala sebagaimanayang digunakan pada instrument analog. DMM bertambah popular karena harga instrument menjadikompetitif. Keunggulan dibandingmeter analog hasil pengukuranterbaca langsung mengurangikesalahan manusia, kesalahanparalaks dan pengukuran lebihcepat. Pengembanganselanjutnya adanya otomasicakupan pengukuran danpolaritas sehingga dapatmengurangi kesalahanpengukuran dan lebih jauh lagitidak ada kemungkinan kerusakanmeter yang disebabkan olehadanya beban lebih atau terbalikpolaritasnya. Dalam beberapakasus disediakan hard copy hasilpengukuran dalam bentuk kartuatau pita berlubang. Digitalmultimeter sampai sekarangmasih terbatas dalam parameternon linier tidak dapat diukur.Lebihjauh lagi keakuratan sekarang ini tidak sebanding dengan harganya (Sri Waluyanti. 2008).

Multimeter digital biasanya dipakai pada penelitian atau kerja-kerja mengukur yang memerlukan kecermatan tinggi, tetapi sekarang ini banyak juga bengkel-bengkel komputer dan service center yang memakai multimeter digital. Kekurangannya adalah susah untuk memonitor tegangan yang tidak stabil. Jadi bila melakukan pengukuran tegangan yang bergerak naik-turun, sebaiknya menggunakan multimeter analog (Rian Priyadi. 2013).


Bagian-bagian Multimeter Digital
Menurut(Sri Waluyanti. 2008) bagian-bagian multimeter digital, yakni:
a.      Pencacah / Peraga
Bagian ini terdiri pencacah 3 ½digit, memory, decoder danpiranti peraga. Bagian inimemiliki input, count, transferdan reset. Dari bagian pencacahjuga memberikan keluaran untukmengontrol fungsi pengukurananalog.

b.      Control Logic
Bagian ini berfungsimembangkitkan pulse yangdiperlukan oleh rangkaian untukperputaran masukan, dihitungdan mengontrol fungsipencacah.

c.       Master Clock
Rangkaian ini terdiri kristalosilator, pembagi frekuensiuntuk pewaktuan semuapengukuran.

d.      Pembentuk gelombangmasukan (Input Wave Shaper)Rangkaian ini difungsikanselama pengukuran frekuensi,perioda mengubah sinyalmasukan ke dalam bentuk yangtepat untuk dihubungkan kerangkaian logic.

e.      Time Control
Fungsi bagian ini digunakanuntuk memulai danmenghentikan pencacah padasaat pengukuran.

f.        Voltmeter dan PengubahAnalog ke Digital
Bagian ini berisi rangkaianimpedansi masukan yang tinggi,penyearah, pengubah teganganke waktu dual-ramp digunakanuntuk pengukuran tegangan danresistansi. Prinsip perubahantegangan analog ke digitaldijelaskan di bawah ini.



DAFTAR PUSTAKA
Dewi, Pamela. 2010 Diakses Di https://Pameladewi.Wordpress.Com
/2010 /06/19/ Multitester-Pamela/

Kuswanto.2013 diakses di

http://kuswant0.wordpress.com/author/kuswant0/page/3/


Sunarto. 1998. Peralatan-Workshop. Pdf. Jakarta: YBØUSJ

Bab6-Rangkaian Dan Pengukuran.Pdf

Sulis. 2014 Diakses Di Http://Suliesjambie.Blogspot.Co.Id/2014/09/Sejarah-Multimeter.Html

Sutrisno. Modul_8_Kegiatan_BELAJAR_1. Pdf

 

Rian Priyadi. 2013 Diakses Di http://rianpriyadi. Blogspot.com


Waluyanti, Sri . 2008. Alat- Alat Ukur Dan Teknik Pengukuran. Pdf. Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat
Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar