Rabu, 11 Mei 2016



1.      Sejarah
Istilah galvanometer diambil dari seorang yang bernama Luivi Galvani. Penggunaan galvanometer yang pertama kali dilaporkan oleh Johann Schweigger dari Universitas Halle di Nurremberg pada 18 september 1820. Andre-Marie Ampere adalah seorang yang memberi kontribusi dalam mengembangkan galvanometer. Galvanometer pada umumnya dipakai untuk penunjuk analog arus searah, dimana arus yang diukur merupakan arus-arus kecil misalnya yang diperoleh pada pengukuran fluks magnet (Rian Priyadi. 2013).

2.      Pengertian
Galvanometer adalah alat ukur listrik kumparan putar yang digunakan untuk mengukur kuat arus dalam orde  µA.Galvanometer tidak dapat digunakan untuk mengukur kuat arus maupun beda potensial listrik yang relatif besar, karena komponen-komponen internalnya yang tidak mendukung. Namun  Galvanometer dapat  digunakan untuk mengukur kuat arus maupun beda potensial listrik yang besar, jika pada galvanometer tersebut dipasang hambatan eksternal (pada voltmeter disebut hambatan depan, sedangkan pada ampermeter disebut hambatan shunt) (Doni. 2014).
Galvanometermerupakanalat pengukur kuat arus yang sangat lemah. Cara kerjanya sama dengan Amperemeter, Voltmeter, dan Ohmmeter. Ketiga alat itu cara kerjanya sama dengan motor listrik, tapi karena dilengkapi pegas, maka kumparannya tidak berputar. Karena muatan dalam magnet dapat berubaha karena arus listrik yang mengalir ke dalamnya. Dalam   dunia   kelistrikan,  Galvanometer  sejenis   dengan  ammeter   /   amperemeter  danmerupakan suatu alat yang digunakan untuk mendeteksi dan mengukur arus yang melalui suatu cabang (Sandra. 2014).

3.        Fungsi
Fungsi galvanometer Adalah untuk mendeteksi dan mengukur arus listrik yang kecil. Galvanometer juga alat yang digunakan untuk menentukan kehadiran, arah, dan kekuatan dari arus listrik dalam konduktor.

4.        Jenis - Jenis
Menurut (Sandra. 2014), galvanometer terdiri atas:
Galvanometer Balistik.
Untuk mengukur fluksi maknit digunakan galvanometer balistik, dimana galvanometer ini bekerja menggunakan prinsip d’ Arsonval dan dirancang khusus untuk pemakaian selama 20 – 30 sekon dengan kepekaan tinggi.Pada pengukuran balistik ini, kumparan menerima suatu impuls arus sesaat, mengakibatkan kumparan berayun ke satu sisi dan kemudian kembali berhenti dalam gerakan berosilasi. galvanometer balistik dihubungkan seri dengan sebuah tahanan variabel dan sebuah kumparan yang melilit maknit permanent yang akan ditentukan fluksinya. Tahanan variabel diatur untuk menghasilkan redaman kritis bagi galvanometer.

Galvanometer Suspensi ( Suspension Galvanometer ).
Pengukuran-pengukuran arus searah sebelumnya menggunakan galvanometer sistem gantungan, yang merupakan pelopor instrumen kumparan putar, sebagai dasar pada umumnya instrumen penunjuk arus searah yang dipakai secara luas saat ini. Dengan beberapa penyempurnaan, Galvanometer suspensi masih digunakan untuk pengukuran-pengukuran laboratorium sensitivitas tinggi tertentu, jika keinda-han instrumen bukan merupakan masalah dan portabilitas bukan menjadi prioritas.
5.        Modifikasi
Alat Pendeteksi Kebohongan adalah alat yang digunakan untuk mengukur kebohongan melalui tingkat emosi seseorang. Kebohongan seseorang dapat terdeteksi melalui tingkat emosinya yang terlihat melalui pengukuran pada laju pernafasan, tekanan darah, frekuensi denyut nadi dan respon pada kulit. Di China, dahulu terdapat sebuah metode sederhana untuk mengetahui apakah seseorang berbohong atau tidak. Seorang yang di tes kebohongannya dipaksa untuk mengunyah tepung beras dan memuntahkannya. Bila tepung beras keluar dalam keadaan kering, maka orang tersebut dianggap berbohong. Hal ini berdasarkan asumsi bahwa orang-orang yang berkata jujur dan bohong memiliki respon fisiologis yang berbeda. Penurunan produksi air liur diinterpretasikan sebagai hasil dari ketakutan karena berbohong. 
Penemuan alat pendeteksi kebohongan berawal dari Amerika Serikat. Alat pendeteksi kebohongan juga dikenal dengan nama mesin polygraph. Mesin polygraph ditemukan pertama kali oleh James Mackenzie pada tahun 1902. Mesin polygraph adalah suatu instrumen yang secara bersamaan mencatat perubahan proses fisiologis seperti detak jantung dan tekanan darah.
Pada tahun 1921, John Larson menciptakan alat pendeteksi kebohongan yang lebih modern. John Larson meneliti berbagai instrumen yang tersedia serta metodologinya, Larson lantas memilih sphygmomanometer erlanger. Sphygmomanometer erlanger ialah alat untuk mengukur tekanan darah yang bekerja secara manual saat memompa dan mengurangi tekanan darah pada manset, seperti alat pengukur tekanan darah dalam medis. Sphygmomanometer erlanger dapat diubah untuk menghasilkan rekaman permanen dari tekanan darah dengan cara menggunakan kymograph. Kymograph ialah alat untuk mencatat atau melukiskan variasi tekanan atau gerakan, misalnya gerak gelombang denyut nadi dan tekanan darah.
Pada tahun 1924 Leonarde Keeler membuat instrumen alat pendeteksi kebohongan yang disebut dengan Emotograph. Emotograph adalah cara penanda yang secara otomatis menangkap data dan informasi yang memiliki sensor pada tubuh untuk mengukur denyut nadi, kulit, suhu dan konduktivitas listrik. Leonarde menggunakan papan tempat pemotong roti sebagai dasar untuk instrumen dan yang dikenal sebagai polygraph papan pemotong roti. Instrument Leonarde Keeler tersebut diberikan kepada John Larson untuk digunakan di kepolisian Berkeley.
 Hasil penemuan Leonarde Keeler tersebut dimodifikasi oleh Chester W. Darrow dari Institute for Juvenile Research membuat modifikasi yang bernama Cardio Pneumo Psikografi, dengan menambahkan sebuah galvanometer. Galvanometer adalah alat pengukur kuat arus yang sangat lemah untuk menentukan keberadaan arah dan kekuatan dari sebuah arus listrik dalam sebuah konduktor. 
Macam Macam Sensor Pada Alat Pendeteksi Kebohongan : 
1.     Sensor Laju Pernapasan
 Berwujud tabung karet yang berisi udara dan diikatkan mengelilingi area perut atau dada. Ketika dada atau otot-otot perut mengembang untuk mengambil udara, udara di dalam tabung dipindahkan dalam bentuk grafik pada layar.
2.    Sensor Tekanan Darah
Sebuah alat pengukur tekanan darah ditempatkan sekitar lengan. Alat ini mencatat perubahan-perubahan dalam tekanan darah dan dengan sebuah alat data tersebut dikirim dan dimunculkan dalam grafik.
3.    Galvanic Skin Resistance
Alat ini digunakan untuk mengukur aktivitas elektro-dermal dan pada dasarnya adalah pengukur dari keringat di ujung jari anda. Ujung jari adalah salah satu daerah yang paling berpori pada tubuh dan indikasinya adalah jika kita berkeringat maka kita sedang dalam tekanan dan alami muncul di saat berbohong. Sebuah galvanometer akan dipasangkan pada dua ujung jari subjek pemeriksaan. Sensor ini akan mengukur kemampuan kulit untuk menghantarkan listrik. Ketika kulit terhidrasi (seperti dalam keadaan berkeringat), kulit dapat menghantarkan listrik jauh lebih mudah dibandingkan pada saat kulit kering dan semua data data ini tercatat pula di grafik.
Alat pendeteksi kebohongan pada dasarnya terdiri dari alat-alat medis yang digunakan untuk memantau perubahan yang terjadi dalam tubuh. Seseorang akan ditanya tentang suatu peristiwa atau kejadian tertentu, sedangkan para pemeriksa akan melihat bagaimana perubahan detak jantung, tekanan darah, laju pernapasan dan aktivitas elektro-dermal (keringat dari jari-jari tangan) yang dibandingkan dengan keadaan normal.
Perubahan pada parameter-parameter tersebut menunjukkan bahwa orang tersebut sedang berbohong. Alat pendeteksi kebohongan akan menunjukan kebohongan pada sistem dalam bentuk gelombang. Bila seseorang sedang berbohong maka gelombang akan bergetar dengan cepat. Sebaliknya jika seseorang jujur, maka gelombang akan bergetar secara perlahan atau bahkan tidak bergetar.
Saat seseorang sedang dites menggunakan alat pendeteksi kebohongan, maka orang tersebut akan dipasangkan 4 sampai 6 sensor, dan dihubungkan dengan sebuah gambar grafik yang menunjukkan hasil-hasil dari pertanyaan yang diajukan. Sensor sensor tersebut biasanya merekam aktifitas seperti yang disebutkan di atas. Kadang-kadang alat pendeteksi kebohongan juga akan mencatat hal-hal seperti gerakan lengan dan kaki.
Ketika tes dengan alat pendeteksi kebohongan dimulai, sang penanya akan memberi 3 sampai 4 pertanyaan yang mudah dan sederhana dengan jawaban yang diketahui sebagai permulaan. Setelah itu beranjak ke pertanyaan berat yang kemudian indikatornya bisa ditampilkan dalam sebuah grafik naik turun mirip sebuah seismograph pada pencatat bencana alam gempa bumi.

DAFTAR PUSTAKA






Tidak ada komentar:

Posting Komentar