Minggu, 22 September 2024

UJIAN AKHIR SEMESTER BK

UJIAN AKHIR SEMESTER BIMBINGAN DAN KONSELING Nama : Yuhani Agustri NIM : A1C315034 Prodi : pendidikan fisika reguler B DOSEN PENGAMPU: Freddy Sarman,S.Pd,. M.Pd PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI 2018   SOAL DAN JAWABAN 1. Keberadaan bimbingan dan konseling di sekolah saat ini sangat dibutuhkan, jelaskan dengan argument anda tentang pentingnya bimbingan konseling di sekolah ! Jawab: Pada zaman modern seperti saat ini, tuntutan dalam hidup semakin meningkat. Baik itu tuntutan teknologi, gaya hidup, pekerjaan dan lain sebagainya. Sebagaimana kita tahu, manusia dituntut untuk mampu mengembangkan dan menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat. Pengembangan diri manusia salah satunya dilakukan di sekolah. Menurut Prayitno(2013) menyatakan bahwa pengembangan kemanusiaan seutuhnya hendaknya mencapai pribadi-pribadi yang kediriannya matang, dengan kemampuan social yang menyejukkan, kesusilaan yang tinggi dan keimanan serta ketakwaan yang dalam. Tetapi yang sering dijumpai adalah keadaan pribadi yang kurang berkembang dan rapuh, kesosialan yang panas dan sangar, kesusilaan yang rendah dan keimanan yang dangkal. Sehubungan dengan itu, dalam proses pendidikan banyak dijumpai permasalahan yang dialami oleh anak – anak, para remaja, dan pemuda yang menyangkut keempat dimensi kemanusiaan mereka. Misalnya: a. keadaan pribadi yang kurang berkembang dan rapuh Potensi – potensi yang ada pada diri mereka tidak dapat berkembang secara optimal; mereka yang berbakat tidak dapat mengembangkan bakatnya, mereka yang berkecerdasan tinggi kurang mendapatkan rangsangan dan fasilitas pendidikan sehingga bakat dan kecerdasan yang merupakan karunia Tuhan yang tidak ternilai harganya itu menjadi terbuang sia – sia. Siswa yang kurang beruntung tidak memiliki bakat tertentu dan yang berkecerdasan tidak cukup tinggi lebih sia – sia lagi perkembangannya; pelayanan khusus pada mereka kurang diberikan sehingga mereka makin tidak mampu mengejar tuntutan pelajaran pada tingkat yang lebih rendah sekalipun. b. kesosialan yang panas dan sangar kenakalan remaja seperti bully di sekolah, perkelahian remaja yang semakin meningkat menunjukkan kurangnya dimensi kesosialan mereka. c. kesusilaan yang rendah berpakaian yang mengikuti trend tanpa mempertimbangkan aturan sekolah (celana ketat bagi laki - laki, rok setengah kaki bagi perempuan, dan lain sebagainya) menunjukkan kurangnya dimensi kesusilaan mereka. d. keimanan serta ketakwaan yang dangkal permasalahan – permasalahan seperti pengangguran, pencurian, perampokan, pemerkosaan, dan lain sebagainya merupakan kurangnya penghayatan terhadap nilai – nilai ketuhanan dan praktek – praktek kehidupan yang tidak sesuai kaidah agama. Menggambarkan kurang mantapnya pengembangan dimensi keberagamaan. Telah lama pula disadari bahwa sumber permasalahan umum yang terjadi pada siswa terutama berasal dari luar diri mereka sendiri, yakni factor keluarga dan lingkungan pergaulan. Hubungan yang tidak harmonis dalam keluarga, broken home, kekerasan dalam rumah tangga, disertai dengan lingkungan pergaulan yang menyimpang. Selain itu, suasana kelas dan sekolah secara keseluruhan yang kering dan mandul, Banyaknya murid yang segan karena takut kepada guru daripada segan karena kebijaksanaan dan ilmu dari guru menandakan hubungan antara guru dan murid yang rapuh dan keras. Hal itu menunjang permasalahan pada diri siswa tersebut. Permasalahan yang dialami para siswa di sekolah seringkali tidak dapat dihindari, meski dengan pengajaran yang baik sekalipun. Hal ini terlebih lagi disebabkan oleh sumber permasalahan siswa yang terdapat di luar sekolah. Dalam kaitan itu, permasalahan siswa tidak boleh dibiarkan begitu saja. Mengingat misi sekolah adalah menyediakan pelayanan yang luas untuk secara efektif membantu siswa mencapai tujuan perkembangannya dan mengatasi permasalahannya, maka segenap kegiatan dan kemudahan perlu diarahkan disana. Disinilah dirasakan pentingnya Bimbingan Konseling di sekolah dalam rangka mewujudkan manusia seutuhnya. 2. Menurut USDN No 20 tahun 2003 menjelaskan 8 jenis tenaga pendidik a. sebutkan jenis tenaga pendidik tersebut Jawab: Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 khususnya Bab I Pasal 1 ayat (6) dijelaskan pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instructor, fasilitator dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. b. bagaimana kedudukan konselor dalam tenaga didik Jawab: kedudukan bimbingan konseling dalam pendidikan adalah suatu wadah atau lembaga untuk menampung dan menyelesaikan masalah-masalah peserta didik yang tidak dapat tertampung dan terselesaikan oleh para pendidik. Rute penyelesaian masalah siswa Guru  wali kelas  wakasek  guru BK Kedudukan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dalam sistem pendidikan nasional dinyatakan sebagai salah satu kualifikasi pendidik, sejajar dengan kualifikasi guru, dosen, pamong belajar, tutor, widyaiswara, fasilitator dan instruktur (UU No. 20/2003, pasal 1 ayat 6). Namun pengakuan secara eksplisit dan kesejajaran posisi antara kualifikasi tenaga pendidik satu dengan yang lainnya tidak menghilangkan arti bahwa setiap tenaga pendidik, termasuk konselor, memiliki konteks tugas, ekspektasi kinerja, dan seting pelayanan spesifik yang satu dan yang lainnya mengandung keunikan dan perbedaan. Pelayanan konseling yang merupakan bagian dari kegiatan pengembangan diri telah termuat dalam struktur kurikulum yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar isi untuk Satuan Pendidikan Dasar Menengah. Beban kerja Guru bimbingan dan konseling atau konselor Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru yang menyatakan bahwa beban kerja Guru bimbingan dan konseling atau konselor yang memperoleh tunjangan profesi dan maslahat tambahan adalah mengampu bimbingan dan konseling paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik per tahun pada satu atau lebih satuan pendidikan. Lebih lanjut dalam penjelasan Pasal 54 ayat (6) yang menyatakan bahwa layanan bimbingan dan konseling pemberian perhatian, pengarahan, pengendalian, dan pengawasan kepada sekurang-kurangnya 150 (seratus lima puluh) peserta didik, yang dapat dilaksanakan dalam bentuk pelayanan tatap muka terjadwal di kelas dan layanan perseorangan atau kelompok bagi yang dianggap perlu dan memerlukan. Dalam Permendiknas No. 27 tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor dinyatakan bahwa kompetensi yang harus dikuasai guru Bimbingan dan Konseling/Konselor mencakup 4 (empat) ranah kompetensi, yaitu: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Kedudukan konselor dalam tenaga didik memiliki memiliki 2 ruang lingkup kerja yaitu di sekolah dan di luar sekolah. Di sekolah memiliki 3 bidang kegiatan pendidikan yaitu: 1) Bidang Instruksional dan Kurikulum Bidang ini mempunyai tanggung jawab dalam kegiatan pengajaran dan bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap kepada peserta didik. Pada umumnya bidang ini merupakan pusat kegiatan pendidikan dan merupakan tanggung jawab utama staf pengajaran. 2) Bidang Administrasi dan Kepemimpinan Bidang ini merupakan bidang kegiatan yang menyangkut masalah-masalah administrasi dan kepemimpinan yaitu masalah yang berhubungan dengan cara melakukan kegiatan secara efisien. Dalam bidang ini terletak tanggung jawab dan otoritas pendidikan yang pada umumnya mencakup kegiatan-kegiatan seperti perencanaan organisasi, pembiayaan, pembagian tugas staf. Pada umumnya bidang ini merupakan tanggung jawab pimpinan dan para petugas administrasi lainnya. 3) Bidang Pembinaan Pribadi Dalam bidang ini mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan agar para peserta didik memperoleh kesejahteraan lahiriah dan batiniah dalam proses pendidikan yang sedang ditempuhnya, sehingga mereka dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Diluar sekolah, pelayanan bimbingan dan konseling di selenggarakan dalam keluarga dan lembaga – lembaga serta bidang – bidang lain dalam masyarakat luas. Dalam kaitan itu konselor berada dimana-mana, bekerja sama dengan berbagai pihak, dan menawarkan jasa BK secara luas dalam masyarakat. 3. perkembangan teknologi dan budaya pada masa sekarang berkembang sangat pesat a. jelaskan dampak masing-masing perkembangan IPTEK tersebut Jawab: IPTEK merupakan kepanjangan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Perkembangan IPTEK dapat dilihat dari beberapa bidang yaitu informasi dan komunikasi; pendidikan; ekonomi; industry; politik; serta social budaya. Perkembangan IPTEK memiliki dampak baik positif maupun negatif. Bidang Informasi dan Komunikasi • dampak positifnya, seperti lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet. Tinggal ketik apa yang ingin kita cari kemudian klik maka akan keluar berjuta informasi yang kita butuhkan. Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi pelajar yang ingin mencari referensi belajar atau melihat video pembelajaran Negara lain bahkan mendownload buku dengan gratis. Dengan HP, Laptop dan Internet kita bisa berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh, tidak hanya membaca pesannya namun juga mendengar suara dan melihat wajahnya. Hal ini juga bisa dimanfaatkan oleh siswa dan guru dengan pengawasan jarak jauh. Selain itu kita bisa mendapatkan banyak aplikasi dan fitur dari HP seperti e-book, aplikasi pembelajaran, aplikasi ruang guru, aplikasi terjemahan bahasa, game edukative dan lain sebagainya. • Dampak negatif, karena cepat dan mudahnya informasi didapatkan, siswa yang kurang pengawasan dan bimbingan orang tua maupun guru/BK akan lebih mudah membuka situs – situs yang tidak baik, mendownload gambar ataupun video porno ataupun menyebarkan dan menerima berita hoax dimedia social. Disamping itu dengan komunikasi yang mudah dan cepat para pengedar narkoba bisa dengan mudah dan leluasa untuk menjual narkoba pada remaja – remaja. Selain aplikasi yang bermanfaat dan positif untuk siswa di internet juga tersebar fitur dan aplikasi yang merugikan/ negative untuk siswa seperti beragamnya game yang membuat siswa menjadi kecanduan game dimana di dalam game tersebut dimasukkan unsur kekerasan, pembangkangan, pornografi, dan hal – hal lain yang dapat merusak pikiran anak – anak bangsa. Bidang Pendidikan • Dampak positif Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan sehingga siswa lebih mudah untuk mendapatkan pengetahuan dan guru bukan satu-satunya sumber ilmu pengetahuan. Pemenuhan kebutuhan akan fasilitas pendidikan dapat dipenuhi dengan cepat, seperti penggandaan soal ujian dengan adanya mesin foto copy untuk memenuhi kebutuhan akan jumlah soal yang banyak dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat. Belajar jarak jauh, dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet dan lain-lain. Sistem pengolahan data hasil penilaian yang menggunakan pemanfaatan teknologi (misalnya excel). Setelah adanya perkembangan IPTEK, semua tugasnya yang dulunya dikerjakan dengan manual dan membutuhkan waktu yang cukup lama, menjadi mudah untuk dikerjakan dengan menggunakan media teknologi seperti, komputer yang dapat mengolah data dengan memanfaatkan berbagai program. • Dampak negative Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan sehingga siswa lebih mudah untuk mendapatkan pengetahuan seharusnya membuat siswa semakin berprestasi dan pintar namun fakta yang terjadi adalah siswa menjadi semakin pemalas karena ketersediaan yang ada tidak memberi tantangan dan dorongan/ motivasi untuk mereka lebih memperkaya ilmu. Penyalah gunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal. Dengan kemajuan di badang pendidikan kita mencetak generasi yang berepengetahuan tinggi, tetapi mempunyai moral yang rendah. Teknologi yang seharusnya digunakan untuk belajar malah digunakan untuk menghabiskan waktu menggunakan jejaring sosial seperti facebook, twitter dan lain-lain. Karena hanya mengandalkan komputer dapat mengolah dan menyimpan data dengan mudah mengakibatkan kemalasan untuk berfikir, menghapal maupun mengingat. Hal ini terbukti dengan banyaknya aplikasi mencari jawaban persoalan matematika cepat menggunakan aplikasi dan lain sebagainya. Bidang Ekonomi dan Industri • Dampak positif Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi; Produk dunia industri semakin meningkat; Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki. • Dampak negative Merebaknya pengangguran. Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental "instant". Bidang Politik • Dampak positif Dahulu sebelum terjadi perkembangan IPTEK kita tidak bisa memberikan komentar apapun tentang pemerintahan. Jika ada yang bersuara akan langsung dibunuh dan hilang tanpa jejak. Akan tetapi setelah perkembangan IPTEK terjadi kebebasan politik dan kebebasan berpendapat dan munculnya demokrasi dalam pemerintahan. • Dampak negatif Kebebasan politik pada saat ini terasa sudah tidak masuk akal. Dimana semua orang ingin ikut berpolitik. Artis ingin menjadi walikota, pedagang kaki lima ingin menjadi DPR, serta kebebasan berpendapat yang selalu dikumandangkan berubah menjadi kebebasan berpendapat yang sebebas-bebasnya dan tidak berlandaskan pada pancasila. Dimana setiap orang bisa berkomentar apa saja di dunia maya. Bidang Sosial dan Budaya • Dampak positif Mudahnya terjadi akulturasi dan mengenal social dan budaya bangsa lain. • Dampak negatif Kecintaan yang berlebihan dengan budaya bangsa lain menyebakan hilangnya kecintaan dan kebanggaan terhadap budaya sendiri yang akhirnya mengakibatkan hilangnya jati diri sebagai remaja Indonesia, selain itu budaya asing yang tidak disaring diterima dengan gamblangnya menyebabkan kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kenakalan dan tindakan menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat, semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong, yang telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Serta pola interaksi antar manusia yang berubah dengan bantuan HP, yang membuat orang-orang menjadi sibuk dengan dunianya sendiri. b. peran pembimbing atau guru BK dalam perkembangan IPTEK dan globalisasi, beserta contoh! Jawab: Banyaknya klien yang membutuhkan layanan serta waktu layanan yang kurang cukup mengakibatkan bimbingan konseling dengan metode face to face kurang memuaskan. Dengan perkembangan IPTEK dan globalisasi ini guru BK dapat memanfaatkan teknologi komunikasi dalam membantu menyelesaikan masalah klien. Peran pembimbing atau guru BK dalam perkembangan IPTEK dan globalisasi adalah seperti Memberikan informasi kepada klien tentang apa yang dibutuhkannya; Melakukan diskusi kelompok melalui dunia maya dan lain sebagainya. 4. Paparkanlah perbedaan BK dengan psikolog dari sudut pandang yang saudara pahami, beserta contoh! Jawab: Menurut pendapat saya, perbedaan BK dan psikolog dapat dibedakan dari beberapa hal, yaitu: a. Tingkatan masalah Masalah yang diselesaikan oleh BK bersifat umum atau masalah sehari-hari. Sedangkan jika masalah yang dihadapi merupakan masalah yang parah (penyakit kejiwaan) maka perlu ke psikolog. Psikolog biasanya menggunakan pendekatan sosial dari permasalahan kejiwaan. Mereka mempelajari aspek sosial dari individu tersebut, seperti keluarga, norma masyarakat dan agama. Dalam menentukan diagnosa dan penyebab, mereka akan melakukan wawancara dengan klien dan keluarganya. Contohnya: seorang siswa mengalami masalah seperti masalah dengan pacar, bertengkar, galau. maka permasalahan tersebut masih bisa ditangani oleh BK. Akan tetapi, jika melihat semua orang mirip dengan pacarnya, senyum-senyum sendiri. Maka orang ini perlu diperiksa ke psikolog. Karena bisa jadi dia telah mengalami gangguan kejiwaan. Tentunya psikolog lebih ahli dalam menangani kasus ini. b. Pendidikan BK Minimal sarjana strata 1 (S1) dari jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB), Bimbingan Konseling (BK), atau Bimbingan Penyuluhan (BP). Sekarang Sudah ada program sertifikasi BK dengan lembaga bernama ABKIN, Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia. Psikolog Sarjana psikologi yang telah menjalani pendidikan profesi (berhak membuka praktek) Biasanya setelah lulus S1 Psikologi perlu waktu satu setengah tahun hingga dua tahun menyelesaikan gelar profesi Psikolog. Gelar mereka adalah Nama, M.Psi, Psikolog. Namun setelah tahun setelah tahun 1992, lulusan S1 yang studi selama 4-5 tahun (Sarjana Psikologi) melanjutkan ke S2 Program profesi dan baru disebut dengan Psikolog. Lamanya sekitar 2 tahun. c. Menggunakan instrument BK tidak memiliki legalitas untuk menggunakan instrument. Sedangkan Psikolog memiliki legalitas untuk menggunakan instrument. Psikolog menggunakan pendekatan konseling intervensi, terapi tertentu hingga alat tes. Untuk membantu diagnosa, psikolog terkadang menggunakan bantuan tes-tes psikologi. Fungsinya untuk membantu psikolog dalam menentukan diagnosa. Untuk menyembuhkan atau menghilangkan permasalahan kejiwaan, psikolog menggunakan terapi konseling dan intervensi. Jenis tes itu antara lain tes IQ, minat, bakat, karir, tes kepribadian, dll. 5. Dalam sebuah kasus ada seorang siswi kelas VII SMP namanya Shinta tidak mau sekolah karena kesulitan dalam mengikuti pelajaran, saudara sebagai seorang guru bagaimana cara mengatasi dan bagaimana wujud kolaborasi guru dengan BK dalam kasus ini? Jawab: Untuk mengatasi kasus tersebut guru dapat mendeskripsikan sifat, karakter dan data siswa tersebut yang menyangkut permasalahan kesulitan mengikuti pelajaran kepada guru BK. Guru BK, Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang kasus kesulitan dalam mengikuti pelajaran perlu dilakukan penjelajahan yang luas dan intensif, misalnya dengan wawancara khusus dengan siswa tersebut, memeriksa kumpulan data yang ada di sekolah dan menanyakan informasi tentang Shinta kepada guru yang mengajarnya dan kunjungan ke rumah. Dari upaya penjelajahan masalah itu akan terungkap berbagai hal yang akan memberikan gambaran dan pemahaman yang lebih luas dan lebih menyeluruh tentang kasus itu. Pemahaman yang lebih luas itu antara lain menyangkut keadaan fisik, minat dan perhatiannya, suasana rumah tempat tinggalnya, peralatan belajarnya, reaksinya terhadap proses belajar-mengajar di kelas, dan hubungan dengan teman-temannya. Menurut Prayitno (1997) menyatakan bahwa Materi umum yang dikumpulkan melalui aplikasi instrumentasi pada umumnya, meliputi: 1) Kebisaan dan sikap dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 2) Kempuan dan kondisi mental dan fisik klien. 3) Kemampuan dan pengenalan lingkungan dan hubungan social. 4) Sikap, kebiasaan, keterampilan dan kemampuan belajar. 5) Informasi karir dan pendidikan. 6) Kondisi keluarga dan lingkungan Setelah mendapatkan gambaran masalah yang lebih rinci, guru BK dapat membuat hipotesa sebab dan akibat dari masalah Shinta kenapa kesulitan dalam mengikuti pelajaran. Jika misal penyebabnya adalah karena Shinta tergolong siswa yang lamban dalam memahami pelajaran maka guru BK dapat mengalihtugaskan kepada guru mata pelajaran untuk mengajari les pada anak – anak yang lamban termasuk Shinta. Jika masalahnya terletak pada motivasi belajar Shinta yang rendah karena proses mengajar yang diberikan guru kurang merangsang siswa untuk belajar dengan baik maka guru harus berupaya untuk melakukan proses mengajar yang lebih baik yang dapat memotivasi siswanya. Jika masalahnya karena Shinta merupakan siswa yang pemalu, pendiam atau tertutup sehingga cenderung suka diganggu dan dibully oleh teman-temannya. Gangguan tersebut menyebabkan Shinta kesulitan dalam belajar dan tidak mau sekolah. Maka guru maupun guru BK dapat melakukan upaya dengan menugasi siswa yang supel untuk mendekati dan berteman dengan Shinta. Sehingga diharapkan Shinta bisa lebih semangat untuk belajar, sekolah maupun bersosialisasi dengan teman-teman lainnya. Namun jika masalahnya terletak pada keadaan tempat tinggal atau suasana di rumah yang kurang kondusif untuk Shinta sehingga efek dari suasana rumah tersebut mengganggu konsentrasi pembelajarannya disekolah, maka upaya yang dapat dilakukan guru maupun BK dalam hal ini adalah dengan bertemu dan mendiskusikannya dengan kedua orang tua Shinta. Serta di sekolah, Shinta diberi motivasi baik dari guru saat proses pembelajaran/ saat istirahat maupun dari BK saat pemberian layanan konseling untuk tetap semangat bersekolah. 6. Siswa SMP yang baru masuk pada hakikatnya berada pada masa peralihan lingkungan pendidikan yaitu dari lingkungan SD ke lingkungan SMP. Dalam situasi ini siswa baru harus menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru. a. berikan contoh hal yang bersifat baru di SMP sehingga para siswa perlu menyesuaikan diri Jawab: Hal yang baru di SMP yang perlu diperkenalkan kepada siswa baru diantaranya: 1) lingkungan dan fasilitas sekolah 2) Peraturan dan hak-hak serta kewajiban siswa 3) Organisasi dan wadah-wadah yang dapat membantu dan meningkatkan hubungan sosial siswa (ekstrakulikuler) 4) Peranan kegiatan bimbingan karier 5) Penyelenggaraan pengajaran 6) Kurikulum yang ada 7) Staf pengajar dan tata usaha 8) Guru bimbingan dan konseling dalam membantu segala jenis masalah dan kesulitan siswa. Sekolah – sekolah yang besar biasanya memiliki fasilitas ruangan dan alat yang banyak. Ruangan belajar, ruangan praktek, ruangan olahraga, kantin dan sebagainya. Siswa baru perlu mengetahui letak atau lokasi ruangan-ruang yang ada di sekolah SMP tersebut agar mereka tidak tersesat saat ingin ke ruangan tertentu. Siswa baru perlu mengetahui identitas guru dan teman barunya. Misalnya saat ingin menemui guru tertentu tidak memanggil guru dengan panggilan yang diajari guru tersebut (bapak olahraga misalnya) namun dengan nama dari guru tersebut (bapak Hendri yang mengajar olahraga). Begitupun dengan teman baru, perlu saling mengenal agar tidak memanggil teman baru dengan panggilan “anu”. Ekstrakulikuler juga penting untuk dikenal oleh siswa baru agar mereka memiliki wadah yang dapat membantu dan meningkatkan hubungan sosial siswa dan wadah untuk mengembangkan bakatnya. Agar pembelajaran dapat berjalan dengan optimal dan efisien sebaiknya siswa mengetahui kurikulum yang digunakan sekolah tersebut agar siswa baru bisa menyesuaikan diri apabila kurikulum yang digunakan berbeda dengan kurikulum ditingkat sebelumnya (SD). Untuk mengurus surat atau hal lain yang membutuhkan bantuan tata usaha maka siswa baru perlu untuk mengenal siapa saja pegawai tata usaha. Apalagi jika siswa tersebut adalah siswa yang ingin aktif di suatu ekstrakulikuler, untuk meminta tanda tangan kepala sekolah memerlukan prosedur melalui tata usaha terlebih dahulu. Jika mereka tidak mengenal siapa saja pegawainya maka ia bisa bingung sendiri dalam mengurus surat tersebut. Tidak bisa dipungkiri siswa SMP pastinya memiliki masalah lebih banyak dari anak - anak, karena mereka sedang berada pada masa peralihan dari anak – anak menjadi remaja (labil). Oleh karena itu siswa akan sangat membutuhkan guru BK dalam membantu segala jenis masalah dan kesulitan siswa. b. mengapa untuk hal itu siswa memerlukan bantuan Jawab: Situasi atau lingkungan yang baru bagi siswa merupakan sesuatu yang “asing”. Dalam kondisi keterasingan, siswa akan mengalami kesulitan untuk bersosialisasi. Untuk menjembatani kesenjangan antara individu dengan suasana ataupun objek-objek baru maka siswa memerlukan bantuan. Menurut prayitno (2013) Mengenalkan hal yang baru pada siswa memiliki 3 fungsi, yaitu pemahaman, pencegahan, dan pengembangan. Dilihat Dari Fungsi Pemahaman, layanan orientasi bertujuan untuk membantu individu agar memiliki pemahaman tentang berbagai hal yang penting dari suasana yang baru saja dijumpainya. Dilihat dari Fungsi Pencegahan, layanan orientasi bertujuan untuk membantu individu agar terhindar dari hal-hal negatif yang dapat timbul apabila individu tidak memahami situasi atau lingkungannya yang baru. Sedangkan dilihat dari Fungsi Pengembangan, apabila individu mampu menyesuaikan diri secara baik dan mampu memanfaatkan secara konstruktif sumber-sumber yang ada pada situasi yang baru, maka individu akan dapat mengembangkan dan memelihara potensi dirinya. Pemahaman maksudnya siswa baru tersebut perlu paham apa – apa saja hal yang baru atau berbeda dari tingkat sebelumnya(SD), perlu paham apa saja peraturan dan apa saja ekstrakulikuler di SMP agar bisa menyesuaikan diri. Pencegahan maksudnya siswa tercegah dari salah bersikap atau bertindak di SMP (misalnya aturan pakaian, agar tidak salah dalam memakai pakaian; senin baju putih rok putih, selasa baju putih rok biru dan sebagainya. Tidak salah masuk ekstrakulikuler, misalnya ingin ikut pramuka namun tidak mengetahui apa saja kegiatan dari pramuka padahal punya riwayat penyakit asma, jantung dan hal lainnya). Setelah siswa paham dengan keadaan dan suasana baru (SMP) serta tercegah dari kesalahan bertindak maka siswa baru tersebut dapat mengembangkan bakatnya di SMP ingin ikut ekstrakulikuler apa saja dan lain sebagainya. Hasil yang diharapkan adalah dipermudahnya penyesuaian diri siswa terhadap pola kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan kegiatan lain yang mendukung keberhasilan siswa. Demikian juga orang tua siswa, dengan memahami kondisi, situasi, dan tuntutan sekolah anaknya akan dapat memberikan dukungan yang diperlukan bagi keberhasilan belajar anaknya itu. c. berikan contoh upaya – upaya membantu mereka Jawab: Menurut Prayitno(2013) Untuk lingkungan sekolah, upaya – upaya membantu siswa baru SMP mencakup hal-hal sebagai berikut: 1) Pengenalan lingkungan dan fasilitas sekolah 2) Pengenalan peraturan dan hak-hak serta kewajiban siswa 3) Pengenalan organisasi dan wadah-wadah yang dapat membantu dan meningkatkan hubungan sosial siswa 4) Pengenalan peranan kegiatan bimbingan karier 5) Pengenalan penyelenggaraan pengajaran 6) Pengenalan kurikulum yang ada 7) Pengenalan staf pengajar dan tata usaha 8) Pengenalan peranan layanan bimbingan dan konseling dalam membantu segala jenis masalah dan kesulitan siswa. 7. Perkembangan teknologi banyak memberikan kemudahan – kemudahan bagi individu akan tetapi dapat pula menimbulkan masalah – masalah. Jelaskan maksud pernyataan tersebut dan berikan contohnya. Jawab: HP dan internet merupakan salah satu contoh perkembangan teknologi. Banyak sekali kemudahan yang bisa di dapatkan dari HP dan internet seperti lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet; dapat mencari tahu apapun di internet; dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya melalui handphone; mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah. Dulu jika para remaja ingin bertemu dengan pujaan hati haruslah ke rumah (dalam bahasa minang atau kerinci hal ini sering disebut “bertandang” yang artinya bertamu). orang tua dapat mengetahui dan mengawasi di rumah. Namun dengan perkembangan teknologi banyak memberikan kemudahan – kemudahan bagi remaja yakni pada kasus ini adalah teknologi HP. Dengan HP remaja bisa dengan mudah berkomunikasi dengan pujaan hati tanpa sepengetahuan orang tua. Bahkan dapat membuat janji bertemu di suatu tempat yang tidak diketahui orang tua. Sehingga terjadilah hal yang tidak diinginkan. Selain itu, dengan HP dan internet remaja maupun orang dewasa dapat dengan mudah mengakses hal – hal yang merusak (gambar, video porno). Contoh lainnya seperti belajar jarak jauh. Selama ini, proses pembelajaran yang kita kenal yaitu adanya pembelajaran yang disampaikan hanya dengan tatap muka langsung, namun dengan adanya kemajuan teknologi, proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet dan lain-lain. Namun hal ini dapat pula menimbulkan masalah, karena pembelajaran jarak jauh siswa akan merasa tidak di awasi oleh gurunya sehingga ia tidak memperhatikan dengan serius saat pembelajaran jarak jauh sedang berlangsung selain itu dengan adanya peralatan yang seharusnya dapat memudahkan siswa dalam belajar, seperti HP dengan jaringan internet, ini malah sering membuat siswa jadi malas belajar, terkadang banyak diantara mereka yang menghabiskan waktunya untuk berinternetan yang hanya mendatangkan kesenangan semata, seperti main Facebook, Chating, dll, yang kesemuanya itu tentu akan berpengaruh terhadap minat belajar siswa. Jika ditinjau dari penggunaan IPTEK dalam BK, Perkembangan teknologi banyak memberikan kemudahan – kemudahan bagi individu akan tetapi dapat pula menimbulkan masalah – masalah. Kelebihan Bimbingan Konseling Melalaui Teknologi Informasi 1) Pelayanan melalui teknologi informasi mudah di akses. 2) Tidak membutuhkan biaya transportasi. 3) Klien lebih mau terbuka berbicara tentang masalahnya karena ia tidak berkomunikasi secaraface to face, sehingga ia dapat lebih siap dan terbuka. 4) Pelayanan melalui teknologi informasi dan komunikasi berbasis individu. 5) Konselor dapat menyesuaikan kesiapan klien dalam mengambil tindakan yang diperlukan, memotivasi diri, dan meningkatkan keterampilan kliennya. Kelemahan Bimbingan Konseling Melalaui Teknologi Informasi 1) Konselor tidak dapat memastikan bahwa kliennya benar-benar seruis atau tidak. 2) Diperlukan perangkat khusus agar pelayanan bimbingan konseling melalui teknologi informasi dapat terlaksana dan perangkat tersebut tidak murah, sehingga tidak samua orang dapat memanfaatkannya. 3) Informasi yang diterima dan diberitakan sangat terbatas, komunikasi satu arah, klasifikasi dan eksplorasi tidak biasa segera dilakukan, sehingga ada kemungkinan terjadi kesalahpahaman. 4) Kegiatan konseling melalui teknologi informasi dapat menimbulkan jarak, baik secara fisik maupun psiis diantara konselor dan klien. 5) Belum terdapat data-data, fakta atau informasi yang objektif dari klien, sehingga pemecahan masalah dengan teknik pendekatan ini pada akhirnya akan kabur. 6) Permasalahan yang dihadapi oleh klien beraneka ragam dalam emosi sehingga kadang-kadang konselor mengabaikan segi-segi yang penting dalam proses konseling.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar