Minggu, 22 September 2024
makalah fungsi-fungsi dalam BK
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bimbingan dan Konseling merupakan dua kata yang erat hubungannya. Bahkan sering diartikan menjadi bimbingan saja. Karena konseling sebenarnya merupakan salah satu teknik dari bimbingan.Pada dasarnya bimbingan dan konseling juga mrupakan upaya bantuan untuk menunjukkan perkembangan manusia secara optimal secara kelompok maupun individu sesuai dengan hakekat kemanusiaannya dengan berbagai potensi, kelebihan, dan kekurangan, kelemahan, serta permasalahan.
Adapun dalam dunia pendidikan, bimbingan dan konseling juga sangat diperlukan karena dengan adanya bimbingan dan konseling dapat mengantarkan peserta didik pada pencapai standard an kemampuan profesi dan akademis, serta perkembangan dini yang sehat dan produktif, dan didalam bimbingan dan konseling selain ada pelayanan juga ada fungsi serta prinsip-prinsipnya. Kurangnya pengetahuan tentang fungsi dalam proses pemberian bimbingan kepada orang lain dapat menyebabkan lemahnya daya hantar pengetahuan serta cara-cara yang tidak sesuai dengan dengan apa yang diharapkan si klien. Bagaimanapun fungsi bimbingan konseling sangatlah penting dalam hala pemberian bantuan kepada si klien tersebut. Pada pelaksanaan bimbingan dan konseling disekolah guru memiliki peranan yang sangat penting karena guru merupakan sumber yang sangat menguasai informasi tentang keadaan siswa, didalam melakukan bimbingan dan konseling, kerja sama konselor dengan personel lain disekolah merupakan suatu syarat yang tidak boleh ditinggalkan.
Pada pelaksanaan bimbingan dan konseling disekolah guru memiliki peranan yang sangat penting karena guru merupakan sumber yang sangat menguasai informasi tentang keadaan siswa, didalam melakukan bimbingan dan konseling, kerja sama konselor dengan personel lain disekolah merupakan suatu syarat yang tidak boleh ditinggalkan. Kerjasama ini akan menjamin tersusunnya program bimbingan yang kompherensif, memenuhi sasaran, serta realistic. Meskipun keberadaan bimbingan dan konseling disekolah sudah lebih diakui sebagai profesi, namun masih ada profesi negatif tentang bimbingan dan konseling terutama keberadaannya disekolah dari para guru, sebagian pengawas, kepala sekolah, para siswa, orang tua siswa bahkan dari guru BK sendiri.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun permasalah yang dibahas dalam makalah ini adalah ;
1. Apa fungsi pemahaman dalam BK.?
2. Apa fungsi pencegahan dalam BK.?
3. Apa fungsi pengentasan dalam BK.?
4. Apa fungsi pemeliharaan dan pengembangan dalam BK.?
5. Apa fungsi advokasi dalam BK.?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk menguraikan fungsi pemahaman dalam BK.
2. Untuk menguraikan fungsi pencegahan dalam BK.
3. Untuk menguraikan fungsi pengentasan dalam BK.
4. Untuk menguraikan fungsi pemeliharaan dan pengembangan dalam BK.
5. Untuk menguraikan fungsi advokasi dalam BK.
BAB II
PEMBAHASAN
Fungsi bimbingan dan konseling secara umum adalah sebagai fasilitator dan motivator client dalam upaya mengatasi dan mencegah problema kehidupan client dengan kemampuan yang ada pada diri sendiri.Sesuai dengan tujuan bimbingan konseling, yakni agar peserta didik dapat menemukan dirinya, mengenal dirinya dan mampu merencanakan masa depannya.
Dalam hubungan ini bimbingan dan konseling berfungsi sebagai pemberi layanan kepada preseta didik agar masing-masing peserta didik dapat berkembang secara optimal sehingga menjadi pribadi yang utuh dan mandiri oleh karna itu pelayanan bimbingan dan konseling mengembangkan sejumlah fungsi yang hendak dipenuhi melalui kegiatan bimbingan dan konseling. Fungsi-fungsi tersebut adalah
2.1 Fungsi Pemahaman:
Fungsi pemahaman yang difokuskan disini adalah fungsi pemahanan tentang dua hal, yakni fokus utama pelayanan bimbingan dan konseling, yaitu klien dengan berbagai permasalahannya dan tujuan-tujuan konseling. Berkenaan dengan dua hal tersebut, pemahaman yang perlu dicptakan oleh pelayanan bimbingan dan konseling adalah pemahaman tentang diri klien beserta permasalahannya oleh klien atau peserta didik sendiri dan oleh pihak-pihak yang akan membantu klien atau peserta didik , serta pemahaman tentang lingkungan klien atau peserta didik oleh klien atau peserta didik itu sendiri. Berikut penjelasannya tentang fungsi pemahaman:
1. Pemahaman tentang klien atau peserta didik
Pemahaman tentang klien merupakan titik tolak upaya pemberian bantuan terhadap klien. Sebelum seorang konselor memberikan bantuannya kepada klien, maka mereka perlu terlebih dahulu memahami individu yang akan di bantu itu. Bukan hanya sekedar mengenal, namun harus memahami pemahaman yang menyangkut latar belakang pribadi klien, kekuatan dan kelemahannya, serta kondisi lingkungannya. Materi pemahaman itu lebih lanjut dalam bidang pendidikan dapat dikelompokkan ke dalam berbagai data tentang :
a) Identitas individu/peserta didik. Yakni nama, jenis kelamin, tempat dan tanggal lahir, orang tua, status dalam keluarga dan tempat tinggal.
b) Pendidikan.
c) Status sosial-ekonomi.
d) Kemampuan dosen (intelegensi), bakat, minat dan hobi.
e) Kesehatan.
f) Kecenderungan sikap dan kebiasaan.
g) Cita-cita pendidikan dan pekerjaan.
h) Keadaan lingkungan tempat tinggal.
i) Kedudukan atau prestasi yang pernah dicapai.
j) Jurusan/program studi yang diikuti.
k) Mata pelajaran yang diambil, nilai-nilai yang diperoleh.
l) Kegiatan ekstrakulikuler.
m) Sikap dan kebiasaan belajar.
n) Hubungan dengan teman sebaya.
Daftar tersebut dapat diperinci lebih jauh sampai dengan peristiwa-peristiwa khusus yang pernah dialami. Perluasan, spesifikasi atau rincian materi pemahaman itu dikembangkan sesuai dengan tujuan pemahaman terhadap klien/peserta didik itu sendiri.
Pemahaman yang dimaksudkan bukan hanya pemahaman konselor atau guru terhadap diri klien atau peserta didik saja, namun pemahaman klien terhadap dirinya sendiri terutama, pemahaman orang sekitar peserta didik seperti orang tua terhadap diri peserta didik juga, karena orangtua akan lebih memungkinkan untuk memeberikan perhatian, pelayanan, perlakuan dan kemudahan-kemudahan yang lebih besar bagi perkembangan anak secara lebih terarah sesuai dengan kondisi anak tersebut. Dalam pengajaran, guru perlu memahami peserta didiknya lebih mendalam demi keberhasilan pembelajarannya. Salah satunya dengan cara menyesuaikan materi dan metode pengajarannya terhadap kondisi dan situasi kelas saat itu agar para peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dnegan lebih efektif dan efisien, sehingga keberhasilan pembelajaran dapat tercapai. Fungsi pemahaman penting dipelajari oleh para guru dalam praktik pembelajaran, agar tidak terjadi kesalahan dalam pengajaran dan praktik pendidikan dan bimbingan dalam belajar
2. Pemahaman tentang masalah klien atau peserta didik
Pemahaman terhadap masalah klien atau peserta didik terutama menyangkut jenis masalahnya, intensitanya, sangkut-pautnya, sebabnya dan kemungkinan perkembangannya. Klien atau peserta didik amat perlu memahami masalah yang dialaminya, sebab dengan dapat memahami masalahnya itu ia memiliki dasar bagi upaya yang akan ditempuhnya untuk mengatasi masalah tersebut. Pemahaman masalah oleh individu sendiri adalah modal dasar bagi pemecahan masalah tersebut. Banyak individu atau peserta didik tidak memahami bahwa dirinya tersebut sedang bermasalah. Mereka menganggap masalahnya itu hanyalah ”ringan saja” atau “tidak berbahaya’, mereka mendiamkan saja maslahanya tersebut. Pada suatu ketika nanti, masalah-masalah yang tidak ditanggulangi secara dini itu akan muncul dalam bentuk ketidakimbangan atau kesuliatn lebih berlarut dengan kemungkinan resiko kerugian yang lebih besar lagi.
Bagi pesera didik yang masih banyak dipengaruhi oleh orang tua dan guru pemahaman masalah juga diperlukan oleh orangtua atau guru yang bersangkutan. Dalam dunia pendidikan contohnya, peserta didik yang tidak memahami dirinya yang bermasalah dan mengabaikannya, ia akan terhambat dalam proses belajarnya, karena suatu saat, masalah itu akan mengganggu fikirannya dan menyebabkan dirinya tidak fokus saat pembelajaran berlangsung. Untuk itu, guru dan orangtua memiliki tugas penting untuk memahami adanya permasalahan yang tengah dihadapi oleh peserta didik.
3. Pemahaman tentang lingkungan yang lebih luas
Lingkungan dapat diartikan sebagai kondisi disekitar kita yang secara langsung mempengaruhi individu tersebut. Salah satu lingkungan luas adalah berbagai informasi yang diperlukan oleh individu (Prayitno. 2015 : 201). Seperti bagi siswa perlu diberi informasi dan kesempatan mengetahui tentang pendidikan yang dijalannya dan juga pendidikan yang akan dijalaninya selanjutya.
Para siswa perlu memahami lingkungan sekolahnya dengan baik, baik lingkungan fisik, berbagai hak dan tanggungjawab siswa terhadap sekolah, peraturan yang harus dipatuhi, baik menyangkut kurikulum, pengajaran, penilaian, kenaikan kelas, hubungan guru dengan siswa, kesempatan-kesempatan yang diberikan sekolah dan lain sebagainya. Jadi pemahaman ini tidak sekedar memahami diri atau permasalahan yang dialami oleh peserta didik atau klien tersebut, namun unsur lingkungannya juga difahami.
Pemahaman masalah oleh individu sendiri merupakan modal dasar bagi pemecahan masalah tersebut, apabila pemahaman masalah telah tercapai, agaknya pelayanan bimbingan dan konseling telah menjalankan fungsi pemahaman dengan baik. Pemahaman masalah siswa sama bergunanya dengan pemahaman tentang individu pada umumnya oleh orang tua dan guru sebagaimana telah dijelaskan di atas, yaitu untuk kepentingan berkenaan dengan perhatian dan pelayanan orang tua terhadap anak, dan pengajaran oleh guru terhadap siswa. Para siswa perlu memahami dengan baik lingkungan sekolah, dan juga perlu diberi kesempatan untuk memahami berbagai informasi yang berguna berkenaan dengan pendidikan yang sekarang dijalaninya dengan pendidikan jenjang selanjutnya dan yang berhubungan dengan pekerjaannya di kemudian hari.
2.2 Fungsi Pencegahan
Pencegahan didefinisikan sebagai upaya mempengaruhi dengan cara yang positif dan bijaksana lingkungan yang dapat menimbulkan kesulitan atau kerugian sebelum kesulitan atau kerugian itu benar-benar terjadi.fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan pencegahannya atau terhindarnya peserta didik dari berbagai permasalahan yang mungkin timbul yang akan dapat menggangu, menghambat ataupun menimbulkan kesulitan kurugian-kerugian tertentu dalam proses perkembangannya.
1) Upaya pencegahan
a) Mendorong perbaikan lingkungan yang akanberdampak negative terhadap individu yangbersangkutan.
b) Mendorong perbaikan kondisi diri pribadi klien.
c) Meningkatkan kemampuan individu untuk hal-hal yang diperlukan dan mempengaruhi perkembangan serta kehidupannya.
d) Mendorong individu untuk tidak melakukan sesuatu yang akan memberikan resiko yang besar, dan melakukan sesuatuyang akan memberikan manfaat.
e) Menggalang dukungan kelompk terhadap individu yang bersangkutan.
Secara operasional konselor perlu menampilkan kegiatan dalam rangka pelaksanaan fungsi pencegahan. Kegiatannya antara lain dapat berupa program-program nyata. Secara garis besar program-program tersebut dikembangkan, disusun dan diselenggarakan melalui tahap-tahap. Program-program ini antara lain:
1. Identifikasi permasalahan yang mungkin timbul.
Misalnya para siswa yang kurang disiplin, tida belajar secara penuh, gagal menjawab soal ujian, pertengkaran antarklik, antar kelas, antar sekolah, kurang menghargai guru, siswa terlibat narkotika,siswa tidak menyukai pelajaran keterampilan dn lain sebagainya.
2. Mengidentifikasi dan menganalisis sumber-sumber penyebab timbulnya masalah-masalah.
Dalam hal ini, kajian teoritik dan studi lapangan perlu dilakukan.
3. Mengidentifikasi pihak-pihak yang dapat membantu pencegahan masalah tersebut.
Misalnya kepala sekolah, guru, wali kelas, orangtua, badan atau lembaga tertentu (sesuai dengan permaalahannya). Sangkut-paut pihak-pihak tersebut dengan permasalahan yang dimaksudkan perlu dikaji secara objektif.
4. Menyusun rencana program pencegahan.
Rencana ini disusun berdasarkan:
a) Spesifikasi permasalahan yang hendak dicegah timbulnya
b) Hasil kajian teoritik dan studi lapangan.
c) Peranan pihak-pihak terkait.
d) Faktir-faktor operasional dan pendukung, seperti waktu, tempat, biaya dan perlengkapan kerja.
5. Pelaksanaan monitoring.
Pelaksanaan program sesuai dengan rencana dengan kemungkinan modifikasi yang tidak mengganggu pencapaian tujuan dengan persetujuan pihak-pihak yang terkait.
6. Evaluasi dan laporan.
Evaluasi dilakukan secara cermat dan objektif. Laporannya diberikan kepada pihak-pihak terkait untuk dipeergunakan sebagai masukan bagi program sejenis lebih lanjut.
Kegiatan diatas merupakan kegiatan “resmi” yang biasanya dilakukan oleh lembaga tertentu. Pecegahan yang lebih sederhana dan bersifat “tidak resmi” dapat direncanakan alangsung dengna klien yang bersangkutan dan langsung diselenggarakan dalam rangka pelayanan bimbingan konseling terhadap lien atau peserta didik tersebut. Dalam hal ini, pemahman terhadap klien/peserta didik, permasalahannya, serta unsur-unsur pemahaman terhadap bimbingan yang lebih luas menjadi dasar dan sesama bagi kegiatan pencegahan yang ingin dicapai.
Fungsi pencegahan dalam pelaksanaannya bagi konselor merupakan bagian dari tugas kewajibannya yang amat penting. Dalam dunia kesehatan mental “pencegahan” didefinisikan sebagai upaya mempengaruhi dengan cara yang positif dan bijaksana, lingkungan yang dapat menimbulkan kesulitan atau kerugian itu benar-benar terjadi Lingkungan merupakan hal yang penting, karena lingkungan yang baik akan memberikan pengaruh positif terhadap individu.
Lingkungan yang mendukung harus dipelihara dan dikembangkan.Sedangkan lingkungan yang sekiranya dapat menimbulkan pengaruh yang negatif harus diubah, sehingga hal yang diperkirakan tidak dapat menjadi kenyataan. Ruang kelas yang gelap dan kotor, pekarangan sekolah yang sempit, sarana belajar yang kurang memadai, hubungan guru murid yang kurang serasi, semuanya akan menimbulkan kerugian-kerugian bagi siswa itu sendiri. Pencegahan di sini juga bisa berarti menahan atau menghindarkan dari bahaya yang akan timbul dari sesuatu yang bersifat negatif. Layanan bimbingan bisa berfungsi pencegahan, yang artinya merupakan usaha pencegahan terhadap timbulnya masalah.Bentuk kegiatannya bisa berupa orientasi, bimbingan karir, inventarisasi data. Bentuk orientasi yang biasa dilakukan adalah untuk memberikan pencegahan terhadap sesuatu yang tidak diinginkan, misalnya diadakan orientasi tentang bahayanya narkoba, itu dimaksudkan dengan adanya pengetahuan tentang berbagai jenis narkoba serta bahayanya bagi tubuh kita apabila dikonsumsi, maka akan mencegah pemakaian narkoba di kalangan pelajar.
Dengan adanya pengarahan dari tenaga BK di sekolahan para siswa akan lebih terarah dalam setiap tindakan, sehingga akan mencegah dari kerusakan dan bentuk gangguan dalam proses belajar mengajar. Dengan adanya fungsi pencegahan yang baik, maka perkembangan potensi akan menjadi lebih baik. Peningkatan kemampuan khusus individu diperlukan untuk memperkuat perkembangan dan kehidupannya.Ketrampilan pemecahan masalah, ketrampilan belajar dengan berbagai aspeknya, ketrampilan berkomunikasi dan hubungan sosial, pengaturan pemasukan pengeluaran uang merupakan beberapa contoh kemampuan yang perlu ditingkatkan pada individu.
2.3 Fungsi Pengentasan
Fungsi pengentasan adalah Istilah fungsi pengentasan ini dipakai sebagai pengganti istilah fungsi kuratif atau fungsi terapeutik dengan arti pengobatan atau penyembuhan. Tidak dipakainya istilah tersebut karena istilah itu berorientasi bahwa peserta didik adalah orang yang “sakit” serta untuk mengganti istilah “fungsi perbaikan” yang berkonotasi bahwa peserta didik yang dibimbing adalah orang “tidak baik atau rusak”.
Melalui fungsi pelayanan ini akan menghasilkan terentaskannya atau teratasinya berbagai permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik. Pelayanan bimbingan dan konseling berusaha membantu pemecahan masalah-masalah yang dihadapi oleh peserta didik, baik dalam sifatnya, jenisnya maupun bentuknya.Pelayanan dan pendekatan yang dipakai dalam pemberian bantuan ini dapat bersifat konseling perorangan ataupun konseling kelompok.
Fungsi pengentasan berarti juga fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan teratasinya berbagai permasalahan yang dialami peserta didik. Jika fungsi pencegahan dan pemahaman sudah dilaksanakan, namun siswa yang bersangkutan masih mengalami masalah-masalah tertentu. Disinilah fungsi pengentasan dan layanan bimbingan dan konseling berusaha untuk memecahkan masala-masalah yang dihadapi siswa. Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan masalah yang dihadapi, baik dalam bentuk jenisnya, sifatnya maupun bentuknya. Pendekatan yang dipakai dalam pemberian bantuan itu dapat bersifat perorangan atau kelompok, langsung berhadapan dengan siswa yang bersangkutan, melalui perantara orang lain misalnya orang tua, ataupun melalui pengubahan lingkungan.
Jadi, dalam pelaksanaan fungsi pengentasan bimbingan dan konseling menganggap bahwa orang yang mengalami masalah itu berada dalam keadaan yang tidak mengenakkan, sehingga harus diangkat dan dientaskan dari keadaan tersebut.
1. Langkah-langkah pengentasan masalah
Upaya pengentasan masalah pada dasarnya dilakukan secara perorangan, sebab setiap masalah individu adalah unik. Dengan demikian penanganannya pun harus unik disesuaikan terhadap kondisi masing-masing masalah.
2. Pengentasan masalah berdasarkan diagnosis
Istilah medis “Diagnosis” berarti proses penentuan jenis penyakit dengan meneliti gejala-gejalanya. Pengertian diagnosis menurut Bordin dikenal sebagai “diagnosis pengklasifikasian”. Dalam upaya diagnosis itu masalah-masalah diklasifikasi, dilihat sebab-sebabnya, dan dilihat cara pengentasannya.
Pengklasifikasian masalah diatas itu dirasakan sulit, karena unsur-unsur masalah yang satu saling terkait satu sama lain, dan lebih penting lagi setiap masalah klien adalah unik. Pengklasifikasian masalah cenderung menyamaratakan masalah klien yang satu dengan yang lainnya. Perkembangan lebih lanjut model diagnosis yang dapat diterima dalam pelayanan bimbingan dan konseling adalah model diagnosis pemahaman, yaitu yang mengupayakan pemahaman terhadap seluk beluk masalah klien, termasuk di dalamnya perkembangan dan sebab-sebab timbulnya masalah. Ada tiga dimensi diagnosis, yaitu :
a) Diagnosis mental/psikologis
Mengarah kepada pemahaman kondisi mental/psikologis klien, seperti: kemampuan-kemampuan dasarnya, bakat dan kecenderungan minat-minatnya, keinginan dan harapan-harapannyasikap dan kebiasaan, tempramen dan kematangan emosionalnya
b) Diagnosis sosio-emosianal
Mengacu pada hubungan klien dengan orang-orang yang amat besar pengaruhnya terhadap klien, seperti: orag tua, guru, teman sebaya, suami/istri, mertua, pejabat yang menjadi atasan langsung, suasana hubungan antar klien dengan orang-orang ”penting” itu, serta dengan lingkungan sosial pada umumnya.
c) Diagnosis instrumental
Berkenaan dengan kondisi/prasyarat yang diperlukan terlebih dahulumsebelum individu mampu melakukan atau mencapai sesuatu. Diagnosis instrumental meliputi aspek-aspek : fisik klien (misal;kesehatan), fisik lingkungan (misal;keadaan sandang, pangan, papan), sarana,kegiatan (misal;buku-buku pelajaran, alat-alat kantor), dan pemahaman situasi(misal;untuk bertindak lebih disiplin).
3. Pengentasan masalah berdasarkan teori konseling
Beberapa teori konseling :Ego-counseling menurut Erickson yang didasarkan pada tahap perkembangan psikososial, behavioristik oleh B.F Skinner yang didasarkan pada pemikiran tingkah laku. Tujuan teori-teori tersebut tidak lain adalah mengentaskan masalah yang diderits oleh klien dengan cara yang paling cepat, cermat, dan tepat. Untuk semuanya itu konselor dituntut menguasai dengan sebaik-baiknya teori dan praktek bimbingan dan konseling.
2.4 Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan
Fungsi ini berarti bahwa layanan Bimbingan dan Konseling yang diberikan dapat membantu para siswa dalam memelihara dan mengembangkan keseluruhan pribadinya secara mantap, terarah, dan berkelanjutan. Dalam fungsi ini hal-hal yang dipandang positif agar tetap baik dan mantap. Dengan demikian, siswa dapat memelihara dan mengembangkan berbagai potensi dan kondisi yang positif dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan.Pada fungsi Pemeliharaan yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya.
Pada fungsi pengembangan ini bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasilitasi perkembangan konseli. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu konseli mencapai tugas-tugas perkembangannya. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi, tutorial, diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming),home room, dan karyawisata.
Fungsi pemeliharaan berarti memelihara segala sesuatu yang baik yang ada pada diri individu, baik hal itu merupakan pembawaan maupun hasil-hasil perkembangan yang telah dicapai selama ini. Intelegensi yang tinggi, bakat yang istimewa, minat yang menonjol untuk hal-hal yang positif dan produktif, sikap dan kebiasaan yang telah terbina dalam bertindak dan bertingkah laku sehari-hari, cita-cita yang tinggi dan cukup realistic, kesehatan dan kebugaran jasmani, hubungan sosial yang harmonis dan dinamis, dan berbagai aspek positif lainnya dari individu perlu dipertahankan dan dipelihara. Pemeliharaan yang baik bukanlah sekedar mempertahankan agar hal-hal yang dimaksudkan tetap utuh, tidak rusak dan tetap dalam keadaan semula, melainkan juga mengusahakan agar bertambah baik, kalau dapat lebih indah, lebih menyenangkan, memiliki nilai tambah dari pada waktu-waktu sebelumnya. Pemeliharaan yang demikian itu adalah pemeliharan yang membangun, pemeliharaan yang memperkembangkan. Oleh karena itu, fungsi pemeliharaan dan fungsi pengembangan tidak dapat dipisahkan.
Dalam pelayanan bimbingan dan konseling, fungsi pemeliharaan dan pengembangan dilaksanakan melalui berbagai pengetahuan, kegiatan dan program. Misalnya disekolah, bentuk dan ukuran meja/kursi murid disesuaikan dengan ukuran tubuh serta sikap tubuh yang diharapkan. Ventilasi, suhu, bentuk dan susunan ruang kelas diusahakan agar mereka berada diruang itu merasa nyaman, betah dapat melakukan kegiatan dengan tenang dan sepenuhnya kemampuan. Pengaturan, kegiatan dan program-program lain yang mengacu kepada fungsi bimbingan dan konselingtersebut dapat disusun dan kembangkan dalam jenis dan jumlah yang bervariasi dengan kemungkinan yang tidak terbatas.
Bimbingan dan konseling dapat berfungsi pemeliharaan dan pengembangan, artinya layanan yang diberikan dapat membantu para siswa dalam mengembangkan keseluruhan pribadinya secara lebih terarah dan mantap, terpelihara dan terkembangankannya berbagai potensi positif peserta didik dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan. Dalam fungsi ini hal-hal yang dipandang sudah bersifat positif dijaga agar tetap baik dan dimantapkan. Dengan demikian diharapkan agar siswa dapat mencapai perkembangan kepribadian secara optimal.
2.5 Fungsi Advokasi
Fungsi advokasi yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan teradvokasi atau pembelaan terhadap peserta didik dalam rangka upaya pengembangan seluruh potensi secara optimal. Fungsi-fungsi tersebut diwujudkan melalui diselenggarakannya berbagai jenis ayanan dan kegiatan bimbingan dan di dalam masing-masing fungsi tersebut. Setiap layanan dan kegiatan bimbingan konseling yang dilaksanakan harus secara langsung mengacu kepada satu atau lebih fungsi-fungsi tersebut agar hasil-hasil yang hendak dicapainya jelas dapat diidentifikasi dan dievaluasi.
Fungsi advokasi memberikan pembelaan kepada konseli atau sekelompok konseli agar konseli mendapakan semangat dan bangkit daam sebuah harapan sehingga permasalahan yang terjadi tidak menjadikan konseli terpuruk danakan mendapatkan masalahyang baru. Bentuk pembelaan bukan berarti membenarkan apa yang dilakukannya itu benar tetapi memberikan pemahaman/pengarahan terhadap permasalahan yang dihadapi oleh konseli, sebagai guru yang melayani setiap permasalahan yang dihadapi oleh konseli harus memberikan pembelaan agar mendapatkan kenyamanan itu maka dengan mudah menyelesaikan masalah yang ada
Secara keseluruhan, jika semua fungsi-fungsi itu telah terlaksana dengan baik, dapatlah bahwa peserta didik akan mampu berkembang secara optimal pula. Keterpaduan semua fungsi tersebut akan sangat membantu perkembangan peserta didik secara terpada pula.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Fungsi pemahaman yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akanmenghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak-pihak tertentu sesuai dengan kepentingan pengembangan peserta didik.
2) Fungsi pencegahan yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akanmenghasilkan tercegahnya dan terhindarnya peserta didik dari berbagai permasalahan yang mungkin timbul yang akan dapat mengganggu, menghambat, ataupun menimbulkan kesulitan dan kerugian tertentu dalam proses perkembangannya.
3) Fungsi penuntasan yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akanmenghasilkan teratasinya berbagai permasalahan yang dialami oleh pesertadidik.
4) Fungsi pemeliharaan dan pengembangan yaitu fungsi bimbingan dankonseling yang akan menghasilkan terpeliharanya dan terkembangkannyaberbagai potensi dan kondisi positif peserta didik dalam rangka perkembangandirinya secara mantap dan berkelanjutan.
5) Fungsi advokasi yaitu fungsi bimbingan dan konseling yangakan menghasilkan teradvokasi atau pembelaan terhadap peserta didik dalamrangka upaya pengembangan seluruh potensi secara optimal
3.2 Saran
Bimbingan dan konseling sangat penting untuk membantu siswa agar siswa mampu menghadapi dan memecahkan masalah yang dihadapi sehingga dapat mencapai tujuan belajar dan tujuan hidup yang dicita-citakan.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin M.1996.Teori-Teori Konseliang Umum dan Agama.Jakarta:PT Golden Terayon Press
Dewa Ketut Sukardi.1988.Bimbingan dan Konseling.Jakarta:Bina Aksara
Mcleod John.2006.Pengantar Konseling Teori Studi Kasus.Jakarta:Kencana Prenada Media
Prayitno, Erman Amti.2004.Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling.Jakarta:Rineka Cipta
Yusuf, Syamsu. 2010. Landasan bimbimngan dan konseling.Bandung:PT remaja Rosdakarya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar